<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengangkat informasi yang tersembunyi</title>
	<atom:link href="http://veritasislamiyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jan 2007 14:05:24 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='veritasislamiyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mengangkat informasi yang tersembunyi</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://veritasislamiyah.wordpress.com/osd.xml" title="Mengangkat informasi yang tersembunyi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://veritasislamiyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>B. SEJARAH PENYELAMATAN UMUM</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/b-sejarah-penyelamatan-umum/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/b-sejarah-penyelamatan-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 14:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/b-sejarah-penyelamatan-umum/</guid>
		<description><![CDATA[Keselamatan sejati ialah menjalin erat hubungan dengan Allah, bergaul denganNya. Sebab hanya Dialah kebahagiaan yang sebenarnya. Lewat kejadian-kejadian tersebut, Al Qur’an sibuk menyajikan berbagai tindakan Allah sebagai gambaran bagaimana Ia menuntut sejarah kepada tujuan yang sebenarnya lewat kejadian-kejadian tersebut serta makna yang ditangkap di dalamnya, menjadi semakin jelas pula keputusan dan tindakan manusia mana yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=8&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keselamatan sejati ialah menjalin erat hubungan dengan<br />
Allah, bergaul denganNya. Sebab hanya Dialah<br />
kebahagiaan yang sebenarnya. Lewat kejadian-kejadian<br />
tersebut, Al Qur’an sibuk menyajikan berbagai tindakan<br />
Allah sebagai gambaran bagaimana Ia menuntut sejarah<br />
kepada tujuan yang sebenarnya lewat kejadian-kejadian<br />
tersebut serta makna yang ditangkap di dalamnya,<br />
menjadi semakin jelas pula keputusan dan tindakan<br />
manusia mana yang terarah dan mana yang menyimpang.<br />
Antitesa  kitab Suci Alqur^an terhadap isi Lima kitab<br />
ini (pentateukh) memberikan gambaran kepada kita<br />
tentang keselamatan sejati dimana kita menjalin<br />
hubungan yang erat dengan Allah, bergaul<br />
denganNya.Sebab hanya Dialah kebahagian yang<br />
sebenarnya. Lewat kejadian-kejadian tersebut, Al-Qur<br />
an sibuk menyajikan berbagai tindakan Allah sebagai<br />
gambaran bagaimana Ia menuntut sejarah kepada tujuan<br />
yang sebenarnya lewat kejadian-kejadian tersebut serta<br />
makna yang ditangkap di dalamnya, menjadi semakin<br />
jelas pula keputusan dan tindakan manusia mana yang<br />
terarah dan mana yang menyimpang.<span id="more-8"></span><br />
Kelima buku pertama kitab ini ( Kitab Perjanjian<br />
Lama) merupakan suatu kesatuan yang oleh orang-orang<br />
yahudi diberi  nama Hukum , Torah, yang dalam bahasa<br />
arab menjadi Taurat. Bukti yang pasti dan pertama<br />
tentang nama ini dapat kita jumpai dalam kata<br />
pembukaan kitab bin Sirakh. Istilah lazim di pakai<br />
pada permulaan tarikh Masehi. Karena ingin mempunyai<br />
naskah-naskah yang dapat di tangani, maka orang-orang<br />
Yahudi membagi-bagikan Kitab yang terlalu tebal ini<br />
menjadi lima gulungan yang hampir sama besarnya.<br />
Pembagian menyebabkan bahwa kitab Taurat, di kalangan<br />
orang yang berbahasa Yunani, diberi Judul : he<br />
pentatuchos (biblos), artinya  ‘kitab berjilid lima,<br />
yang dalam bahasa latin disalin dengan judul<br />
Pentateuchus (Liberal). Sedangkan orang orang yahudi<br />
yang berbahasa Ibrahim menyebutkan juga’ seperlima<br />
kita Taurat.<br />
Adanya pembagian atas kelima kitab ini sesudah Tarikh<br />
Masehi  terbukti oleh terjemahan Yunani Septuaginta.<br />
Septuaginta menyebutkan jilid itu menurut isinya :<br />
Kejadian (Yang di mulai dari asal mula dunia ),<br />
Keluaran (Yang di mulai dari pengungsian orang-orang<br />
Yahudi ke Mesir), Imamat (Yang memuat<br />
peraturan-peraturan para imam dari suku Lewi),<br />
Bilangan (Judul ini dikarenakan bilangan-bilangan yang<br />
ada dalam bab 1-4), Ulangan (Hukum yang kedua menurut<br />
salah satu tafsiran Yunani atas UL17;18).<br />
Nama –nama dari terjemahan Yunani itu menjadi biasa<br />
dalam gereja. Namun dalam bahasa Ibrani, Orang-orang<br />
Yahudi dulu dan sampai sekarang menyebut masing-masing<br />
kitab itu menurut kata pertamanya atau dengan kata<br />
penting pertama yang terdapat dalam teksnya. Kitab<br />
kejadian dapat dibaghi atas dua bagian yang tidak sama<br />
panjangnya. Sejarah permulaan,1-11, merupakan semacam<br />
serambi terbuka menuju sejarah penyelamatan yang akan<br />
di ceritakan dalam seluruh Kitab Suci.Sejarah itu di<br />
mulai dengan ceritera tentang awal jadinya dunia dan<br />
menyangkut seluruh ummat manusia.Dikisahkan di<br />
dalamnya penciptaan alam semesta dan manusia,dosa<br />
pertama dan akibat-akibatnya, lalu kemerosotan moral<br />
yang makin hari makin bertambah besar dan yang<br />
akhirnya diberi hukuman dengan air bah.<br />
Mulai dari Nuh, bumi mulai dihuni kembali oleh bangsa<br />
manusia, namun daftar silsilah semakin dipersempit dan<br />
akhirnya terpusat perhatiannya pada Abraham, Bapak<br />
bangsa terpilih.Sejarah para bapa bangsa, 12-50,<br />
menampilkan tokoh-tokoh leluhur bangsa Israel.Abraham<br />
ialah seorang beriman:ketaatannya diganjar oleh Allah<br />
dengan janji , bahwa dia sendiri akan memperoleh<br />
keturunan dan keturunannya yang akan menempati tanah<br />
suci, 12-1 -25:18. Yakub berwatak penipu : ia berhasil<br />
meyingkirkan Esau,kakaknya,dengan licik memperoleh<br />
berkat bapaknya Ishak dan dalam hal menipu melebihi<br />
pamannya,Laban. Namun segala kepandainya itu tidak<br />
akan berguna,seandainya Allah sendiri tidak<br />
mengutamakan Yakub sejak di lahirkannya dari Esau dan<br />
tidak mengulangi janji perjanjian yang dahulu<br />
diberikan-Nya kepada Abraham, 25:19-36 :43.<br />
Dibandingdengan Abraham dan Yakub,maka Ishak seorang<br />
tokoh yang kurang menonjol.Riwayat hidupnya hanya<br />
diceriterakan demi kehidupan ayahnya, Abraham dan<br />
anaknya yaitu Yakub.Kedua belas anak Yakub adalah<br />
leluhur kedua belas suku israel.Riwayat hidup salah<br />
seorang diantaranya di kisahkan pada seluruh bagian<br />
terakhir pada kitab Kejadian :  bab 37-50 (kecuali bab<br />
38 dan 49) adalah kisah Yusuf, orang berhikmat. Kisah<br />
tersebut berbeda sifatnya dengan kisah-kisah<br />
mendahuluinya.Tidak ada campur tangan langsung dari<br />
Allah atau pewahyu baru. Seluruh kitab itu berupa<br />
suatu pengajaran: kebaikan orang berhikmat mendapat<br />
ganjaran dan penyelenggaraan  Ilahi memanfaatkan<br />
keberdosaan manusia untuk tujuan baik. Kitab Kejadian<br />
merupakan kisah yang utuh dan lengkap, yaitu riwayat<br />
para leluhur. Ketiga kitab berikut merupakan kesatuan<br />
tersendiri. Dalam rangka kehidupan Musa, diceriterakan<br />
didalamnya pembentukan umat terpilih serta diberinya<br />
hukum sosial dan agama ummat itu Kitab keluaran<br />
berkisar pada dua tema pokok : pembebasan dari Mesir,<br />
1,1  -15:21  dan perjanjian di gunung Sinai, 19 : 1-<br />
40 ; 38. Dalam bagian ini , Musa , yang digunung Allah<br />
telah menerima Wahyu  nama Yahwe , mengantar<br />
orang-orang Israel dari perbudakan di negeri Mesir<br />
sempai ke gunung yang sama. Disana dalam penampakan<br />
yang mendahsyatkan  Allah mengikat perjanjian dengan<br />
ummatnya serta memaklumkan hukum-hukumNya kepadanya.<br />
Perjanjian yang baru saja diadakan itu, dibatalkan<br />
oleh bangsa Israel dengan menyembah lembu emas. Akan<br />
tetapi Allah mengampuni ummatNya, Lalu membaharui<br />
perjanjian itu, Suatu rangkaian peraturan mengatur<br />
ibadat bangsa israel di padang gurun. Kitab imamat<br />
yang hampir berisikan peraturan melulu, menghentikan<br />
untuk sementara kisah peristiwa-peristiwa. Kitab ini<br />
berisikan : Peraturan untuk upacara korban, 1 – 7;<br />
upacara pentahbisan  para imam yang di jalani Harun<br />
serta anak-anaknya, 8 ; 10 ;  Peraturan tentang tahir<br />
dan najis, 11 – 15 , serta upacara ibadat hari raya<br />
perdamaian, 16. Lalu menyusul hukum kekudusan; 17 – 26<br />
,  yang memuat juga suatu penanggalan liturgis, 23,<br />
dan berakhir dengan berkat- berkat dan<br />
kutukan-kutukan, 26. Sebagai tambahan-tambahan,bab 27<br />
merumuskan syarat-syarat tebusan bagi manusia, hewan<br />
dan barang yang di kuduskan bagi Yahwe. Kitab bilangan<br />
menyambung kembali tema perjalanan di padan gurun.<br />
Keberangkatan dari gunung sinai di dahului oleh cacah<br />
jiwa, 1-4,dan persembahan dalam jumlan besar buat<br />
pentahbisan kemah suci , 7. sesudah merayakan paskah<br />
untuk kedua kalinya, bangsa Israel meninggalkan gunung<br />
sinai,9 -10, dan lambat laun mendekati kadesy. Dari<br />
situ diadakan sesuatu percobaan memasuki negeri kanaan<br />
bagian selatan yang akhirnya gagal, 11-14. Sesudah<br />
tinggal di kadesy selama beberap waktu bangsa israel<br />
berangkat lagi dan diba dipadang  Moab, di seberang<br />
kita Yerikho ,20 :25. Bangsa Midian di kalahkan dan<br />
suku-suku Gad dan Ruben menetap di seberng Yordan, 31-<br />
32.Sesutu daftar meringkaskan tahap – tahap perjalanan<br />
di gurun, 33. Di tengah cerita-cerita yang di sebut<br />
tadi dapat kita jumpai beberapa kumpulan perundangan<br />
yang melengkapi perundangan Sinai atau menyiapkan<br />
pendudukan  Tanah<br />
Kanaan,5-6; 8 ; 15 -19 ; 26 ; 30 ; 34 ; 36. Kitab<br />
Ulangan mempunyai susunan khas , sebab merupakan<br />
semacan buku undang – undang sipil dan agama , 12 ; 1<br />
– 26 ;15, yang di sisipkan kedalam wejangan panjang<br />
nusa, 1-11 dan 26 – 28;68. Kumpulan ini sendiri<br />
didahului oleh wejangan Musa pertama, 1 – 4, di susul<br />
oleh wejangan yang ke tiga , 29 -30, Lalu di lengkapi<br />
dengan beberapa berita mengenai akhir kehidupan Musa ;<br />
Pengangkatan Yosua , nyanyian dan berkat Musa serta<br />
kematiannya , 31 -34. Undang- undang kitab ini<br />
mengulangi sebagian undang yang umumkan di padang<br />
gurun. Wejangan- wejangan yang kita jumpai dalam kitab<br />
ini mengingatkan peristiwa-peristiwa besar di saat<br />
keluaran, di gunung Sinai dan permulaan perebutan<br />
tanah yang di janjikan ; Wejangan-wejangan tersebut<br />
mengungkapkan arti religius peristiwa-peristiwa itu,<br />
menekankan makna perundangan dan mengajak bangsa<br />
israel supaya tetap setia kepada Allah.</p>
<p>C. SEJARAH PENYELAMATAN KHUSUS</p>
<p>Sebelas bab pertama kitab Kejadian, masih dapat<br />
dipandang sebagai sejarah penyelamatan umum. Adam dan<br />
keturunannya yang diceritakan di dalam Kitab tersebut<br />
dipandang sebagai “Ummat manusia yang dipribadikan”.<br />
Akan tetapi dalam tahap-tahap selanjutnya kitab<br />
tersebut membatasi dirinya pada satu ummat saja yaitu<br />
Israel. Jikalau demikian apakah sejarah Israel dapat<br />
disingkapkan sebagai sejarah penyelamatan ? tidak<br />
bisa! Adapun sejarah yang dimaksud adalah sebagai<br />
berikut :</p>
<p>1.	1850 SM – 1250 SM – Zaman para pendiri bangsa<br />
Israel.<br />
2.	SM – 1000 SM – Zaman Musa. Keluaran dan penaklukan<br />
kanaan.<br />
3.	1000 SM – 931 SM Zaman kesatuan Israel.<br />
4.	931 SM – 721 SM Zaman dua kerajaan Israel. (Israel<br />
dan Yehuda)<br />
5.	721 SM – 587 SM Zaman kerajaan Yehuda.<br />
6.	587 SM – 538 SM Zaman pembuangan Babel.<br />
7.	538 SM – 333 SM Zaman penjajahan Persia.<br />
8.	333 SM – 63 M Zaman penjajahan Yunani.<br />
9.	63 M – 135 M Zaman penjajahan Romawi.</p>
<p>Pada tahun 135 Masehi, masa penjajahan Romawi belum<br />
berakhir. Tetapi pada tahun itulah nama kota Yerusalem<br />
diganti dengan Aelia Capitolina, sedangkan ditempat<br />
berdirinya bait suci Yahudi sebelumnya didirikan<br />
sebuah kuil Romawi.<br />
Para ahli sejarah, pada umumnya menerima kenyataan<br />
bahwa sekitar tahun 1850 sebelum masehi seorang<br />
bernama Abraham (Ibrahim) bersama keluarganya<br />
meninggalkan kota Ur (di Mesopotamia Selatan –<br />
sekarang Irak), dan berjalan menelusuri sungai Efrat<br />
ke arah hulu. Ia tiba di kota Haran, lalu pergi ke<br />
Syria dan akhirnya tiba di Kanaan yang sekarang<br />
dikenal dengan nama Palestina.<br />
Di Kanaan itulah Ibrahim menetap dan di situ pula<br />
berkembang biak seluruh keluarganya. Salah seorang<br />
keturunannya bernama Yusuf yang kemudian dijual oleh<br />
saudara-saudaranya sebagai budak ke Mesir. Tetapi<br />
Yusuf inilah yang kelak menjadi pejabat tinggi di<br />
Mesir ; pada waktu kelaparan, ia mendatangkan seluruh<br />
keluarganya dari Kanaan agar menetap di Mesir. Dan di<br />
Mesir ini juga seluruh keturunan Abraham termasuk<br />
keluarga Yusuf mengalami perbudakan. Hal itu terjadi<br />
sekitar abad ke tiga belas sebelum masehi.<br />
Sekitar tahun 1250 SM Musa menjadi pemimpin Bani<br />
Abraham yang di Mesir itu. Bani itu berhasil dibawanya<br />
ke luar dari Mesir. Sesampainya di kaki gunung Sinai,<br />
Musa mengadakan perjanjian dengan Allah yang diimani<br />
sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.<br />
Sejak itu sejarah dunia mengenal sebuah bangsa baru<br />
yaitu bangsa Israel. Musa berhasil memberi hokum<br />
kepada bangsanya itu. Selanjutnya, sekitar tahun 1200<br />
SM, bangsa Israel berhasil memasuki tanah Kanaan serta<br />
mulai menaklukannya.<br />
Penaklukan itu berlangsung cukup lama, sebab<br />
dihalang-halangi oleh bangsa Kanaan dan bangsa<br />
Filistin yang lebih dulu mendiami negeri itu. Karena<br />
Israel tidak terorganisasi, maka dalam keadaan darurat<br />
mereka dipimpin oleh sejumlah pahlawan berkharisma<br />
yang dalam kitab perjanjian Lama disebut hakim-hakim.<br />
Diantaranya terkenal : Debora (mengalahkan bangsa<br />
Kanaan). Ehud (mengalahkan bangsa Moab) Gideon<br />
(mengalahkan bangsa Midian) dan Simson (mengalahkan<br />
bangsa Filistin).<br />
Bangsa Filistin ternyata bangsa yang sangat kuat<br />
dalam bidang kemiliteran, sehingga orang Israel<br />
menghadapinya dengan susah payah. Pada tahun 1050 SM,<br />
tentara Filistin menghancurkan Silo serta merampok<br />
Tabut Perjanjian, kebangsaan bangsa Israel. Pada tahun<br />
1020 SM, Samuel, hakim Israel, melantik Saul sebagai<br />
raja pertama Israel. Mula-mula Saul sangat cemerlang<br />
sebagai Panglima, tetapi Ia kalaha total di Gilboa dan<br />
gugur di medan perang. Sesudah itu suku-suku Israel<br />
yang mendiami bagian selatan, mengangkat Daud sebagai<br />
Raja yang baru.<br />
Periode ini berlangsung kurang lebih tujuh puluh<br />
tahun saja, selama masa pemerintahan Daud dan Salomo<br />
anak Daud, Daud berhasil mempersatukan semua suku<br />
Israel, termasuk suku-suku yang tidak menyukainya.<br />
Pada tahun 1010 SM Daud berhasil menaklukan kota<br />
Yerusalem, lalu menjadikannya sebagai Ibu kota. Daud<br />
meninggal pada<br />
tahun 970 SM. Pada tahun 966 SM, Salomo mendirikan<br />
Bait Suci Yerusalem (Al Aqsa). Pada masa<br />
pemerintahannya para sastrawaan berkarya dengan giat,<br />
terutamaa mengumpulkan berbagai tradisi yang masih<br />
terpelihara. Salomo meninggal dunia pada tahun 933,<br />
dan tidak lama kemudian pecahlah kerajaan kesatuan<br />
Israel. Di bagian utara terbetuklah kerajaan yang<br />
bernama Israel dan di bagian selatan-Kerajaan Yehuda.<br />
Kedua kerajaan ini tidak pernah rukun. Sekalipun<br />
demikian, adakalanya kedua kerajaan itu bersatu untuk<br />
mempertahankan perbatasan peninggalan Daud ataupun<br />
menghadapi serangan-serangan Asyur.<br />
Kerajaan Israel yang cukup kuat secara militer,<br />
akhirnya dikalahkan oleh Asyur pada tahun 721 SM,<br />
sehingga berakhirlah kerajaan itu. Kerajaan Yehuda<br />
luput pada waktu itu. Tetapi pada tahun 587 SM<br />
dikalahkan oleh tentara yang dipimpin oleh<br />
Nebukadnezar. Yerusalem direbut, oelh Babel. Bait suci<br />
yang didirikan Salomo (Al Aqsa) dihancurkan. Banyak<br />
orang Israel dibawa ke Babel ketempat pembuangan.<br />
Para buangan dari kerajaan Yehuda ini sungguh<br />
beruntung. Sebab mereka sendiri, setidak-tidaknya<br />
anak-anak mereka diizinkan pulang kembali kenegerinya.<br />
Pemulangan anak-anak para buangan itu terwujud berkat<br />
Koresy Raja Midia dan Persia yang pada waktu itu<br />
menundukkan Babel. Koresy mengizinkan pula para<br />
buangan itu membangun kembali bait suci serta<br />
tembok-tembok kota Suci Yerusalem. Para mantan buangan<br />
itu kembali ke Yudea dan bermukim di wilayah<br />
Yerusalem. Mereka memang mulai membangun kembali bait<br />
suci dan tembok sekeliling Yerusalem, tetapi diganggu<br />
oleh orang Samaria, yaitu bangsa hasil campuran Israel<br />
– Asyur. Di masa sulit itu, para mantan buangan (yang<br />
sejak saat itu dinamakan Yahudi) dipimpin oleh<br />
Zerubabel, Ezra dan Nehemia. Bait suci Al Aqsa<br />
berhasil dibangun kembali baru pada tahun 151 SM,<br />
sedangkan tembok kota Yerusalem pada tahun 446 SM.<br />
Jikalau demikian, adakah suatu peristiwa penting yang<br />
terjadi semasa penjajahan Persia ? Tampaknya tidak<br />
ada. Setidak-tidaknya tidak diketahui. Para penguasa<br />
Persia memberi cukup banyak kebebasan kepada bangsa<br />
yahudi yang sejak saat itu dipimpin oleh Imam besar<br />
dan mahkamah Agama serta mulai memperlihatkan secara<br />
khusus tradisi suci bangsanya. Tidak terlalu lama<br />
setelah tanah suci dikuasai oleh Alexander Agung (333<br />
SM), penguasa Helenis/Yunani mulai memaksakan<br />
kebudayaan-kebudayaannya kepada bangsa Yahudi.<br />
Di mana-mana didirikan berbagai gedung kesukaan<br />
Yunan, antara lain amfiteater dan kuil-kuil. Bahasa<br />
Yunani menjadi bahasa pergaulan elite. Tetapi nasib<br />
bangsa Yahudi sendiri semakin memprihatinkan. Di<br />
mana-mana terjadi penganiayaan terhadap orang Yahudi.<br />
Raja Antiokhus Epifanes IV (175 – 164) berbuat apa<br />
saja supaya agama Yahudi hilang dari permukaan bumi.<br />
Maka bangsa bangkit melawan penguasa Yunani yang amat<br />
menyusahkan hidup mereka.<br />
Pemberontakan terhadap penguasa Yunani dikenal dalam<br />
sejarah sebagai revolusi para Makabe. Pemberontakan<br />
itu menghasilkan semacam independensi bangsa Yahudi,<br />
tetapi kemerdekaan itu berakhir lagi setelah Pompeius<br />
mengepung dan menaklukan kota Yerusalem pada tahun 63<br />
SM. Dan Raja Herodes Agung I yang pandai menjilat dari<br />
penguasa Roma, diangkat sebagai Raja orang Yahudi pada<br />
tahun 37 SM. Dan pada akhir pemerintahannya Yesus<br />
dilahirkan.<br />
Pada tahun 70 Masehi, tentara Roma menghancurkan<br />
Yerusalem, termasuk bait suci. Beberapa waktu kemudian<br />
masyarakat setempat yang sempat mengungsi kembali ke<br />
Yerusalem dan mulai kembali kegiatan keagamaannya.<br />
Hidup mereka yang “Kristen” itu masih diwarnai dengan<br />
pola hidup Yahudi. Kaisar Hadrianus amat membenci<br />
Yahudi yang keras kepala dan suka memberontak itu<br />
sehingga ia berbuat apa saja untuk meniadakannya.<br />
Antara lain kota Yerusalem dilarang dihuni oleh orang<br />
Yahudi. Maka sejak tahun 135, komunitas Nasrani<br />
Yerusalem dipimpin oleh uskup-uskup Non Yahudi.<br />
Sebagaimana di atas saya katakan bahwa sejarah Israel<br />
tidak bisa dianggap sebagai sejarah penyelamatan umum,<br />
karena pada awalnya ummat Israel menangkap keselamatan<br />
sebagai suatu anugerah yang serba insani.<br />
Secara kasar paham mereka dapat dirumuskan sebagai<br />
berikut : “Kami akan menjadi sebuah keluarga atau<br />
marga besar, sebab kami akan punya banyak anak di masa<br />
mendatang. Selanjutnya mereka yakin, kami akan<br />
mempunyai tanah negeri yang akan menjadi milik pusaka<br />
kami”. Dan dalam tahap berikutnya, mereka berpikir<br />
“Negeri kami akan makmur dan sejahtera”. Tetapi dengan<br />
lajunya waktu, mereka semakin mengerti bahwa<br />
keselamatan yang dimaksudkan Allah tidak turun atas<br />
mereka, melainkan sebuah bangsa asing, bangsa yang<br />
tidak dikenal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=8&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/b-sejarah-penyelamatan-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>C. SEJARAH PENYELAMATAN KHUSUS</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/c-sejarah-penyelamatan-khusus/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/c-sejarah-penyelamatan-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 13:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/c-sejarah-penyelamatan-khusus/</guid>
		<description><![CDATA[ Sebelas bab pertama kitab Kejadian, masih dapat dipandang sebagai sejarah penyelamatan umum. Adam dan keturunannya yang diceritakan di dalam Kitab tersebut dipandang sebagai “Ummat manusia yang dipribadikan”. Akan tetapi dalam tahap-tahap selanjutnya kitab tersebut membatasi dirinya pada satu ummat saja yaitu Israel. Jikalau demikian apakah sejarah Israel dapat disingkapkan sebagai sejarah penyelamatan ? tidak bisa! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=7&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Sebelas bab pertama kitab Kejadian, masih dapat<br />
dipandang sebagai sejarah penyelamatan umum. Adam dan<br />
keturunannya yang diceritakan di dalam Kitab tersebut<br />
dipandang sebagai “Ummat manusia yang dipribadikan”.<br />
Akan tetapi dalam tahap-tahap selanjutnya kitab<br />
tersebut membatasi dirinya pada satu ummat saja yaitu<br />
Israel. Jikalau demikian apakah sejarah Israel dapat<br />
disingkapkan sebagai sejarah penyelamatan ? tidak<br />
bisa! Adapun sejarah yang dimaksud adalah sebagai<br />
berikut :<span id="more-7"></span></p>
<p>1.	1850 SM – 1250 SM – Zaman para pendiri bangsa<br />
Israel.<br />
2.	SM – 1000 SM – Zaman Musa. Keluaran dan penaklukan<br />
kanaan.<br />
3.	1000 SM – 931 SM Zaman kesatuan Israel.<br />
4.	931 SM – 721 SM Zaman dua kerajaan Israel. (Israel<br />
dan Yehuda)<br />
5.	721 SM – 587 SM Zaman kerajaan Yehuda.<br />
6.	587 SM – 538 SM Zaman pembuangan Babel.<br />
7.	538 SM – 333 SM Zaman penjajahan Persia.<br />
8.	333 SM – 63 M Zaman penjajahan Yunani.<br />
9.	63 M – 135 M Zaman penjajahan Romawi.</p>
<p>Pada tahun 135 Masehi, masa penjajahan Romawi belum<br />
berakhir. Tetapi pada tahun itulah nama kota Yerusalem<br />
diganti dengan Aelia Capitolina, sedangkan ditempat<br />
berdirinya bait suci Yahudi sebelumnya didirikan<br />
sebuah kuil Romawi.</p>
<p>Para ahli sejarah, pada umumnya menerima kenyataan<br />
bahwa sekitar tahun 1850 sebelum masehi seorang<br />
bernama Abraham (Ibrahim) bersama keluarganya<br />
meninggalkan kota Ur (di Mesopotamia Selatan –<br />
sekarang Irak), dan berjalan menelusuri sungai Efrat<br />
ke arah hulu. Ia tiba di kota Haran, lalu pergi ke<br />
Syria dan akhirnya tiba di Kanaan yang sekarang<br />
dikenal dengan nama Palestina.</p>
<p>Di Kanaan itulah Ibrahim menetap dan di situ pula<br />
berkembang biak seluruh keluarganya. Salah seorang<br />
keturunannya bernama Yusuf yang kemudian dijual oleh<br />
saudara-saudaranya sebagai budak ke Mesir. Tetapi<br />
Yusuf inilah yang kelak menjadi pejabat tinggi di<br />
Mesir ; pada waktu kelaparan, ia mendatangkan seluruh<br />
keluarganya dari Kanaan agar menetap di Mesir. Dan di<br />
Mesir ini juga seluruh keturunan Abraham termasuk<br />
keluarga Yusuf mengalami perbudakan. Hal itu terjadi<br />
sekitar abad ke tiga belas sebelum masehi.</p>
<p>Sekitar tahun 1250 SM Musa menjadi pemimpin Bani<br />
Abraham yang di Mesir itu. Bani itu berhasil dibawanya<br />
ke luar dari Mesir. Sesampainya di kaki gunung Sinai,<br />
Musa mengadakan perjanjian dengan Allah yang diimani<br />
sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.<br />
Sejak itu sejarah dunia mengenal sebuah bangsa baru<br />
yaitu bangsa Israel. Musa berhasil memberi hokum<br />
kepada bangsanya itu. Selanjutnya, sekitar tahun 1200<br />
SM, bangsa Israel berhasil memasuki tanah Kanaan serta<br />
mulai menaklukannya.</p>
<p>Penaklukan itu berlangsung cukup lama, sebab<br />
dihalang-halangi oleh bangsa Kanaan dan bangsa<br />
Filistin yang lebih dulu mendiami negeri itu. Karena<br />
Israel tidak terorganisasi, maka dalam keadaan darurat<br />
mereka dipimpin oleh sejumlah pahlawan berkharisma<br />
yang dalam kitab perjanjian Lama disebut hakim-hakim.<br />
Diantaranya terkenal : Debora (mengalahkan bangsa<br />
Kanaan). Ehud (mengalahkan bangsa Moab) Gideon<br />
(mengalahkan bangsa Midian) dan Simson (mengalahkan<br />
bangsa Filistin).</p>
<p>Bangsa Filistin ternyata bangsa yang sangat kuat<br />
dalam bidang kemiliteran, sehingga orang Israel<br />
menghadapinya dengan susah payah. Pada tahun 1050 SM,<br />
tentara Filistin menghancurkan Silo serta merampok<br />
Tabut Perjanjian, kebangsaan bangsa Israel. Pada tahun<br />
1020 SM, Samuel, hakim Israel, melantik Saul sebagai<br />
raja pertama Israel. Mula-mula Saul sangat cemerlang<br />
sebagai Panglima, tetapi Ia kalaha total di Gilboa dan<br />
gugur di medan perang. Sesudah itu suku-suku Israel<br />
yang mendiami bagian selatan, mengangkat Daud sebagai<br />
Raja yang baru.</p>
<p>Periode ini berlangsung kurang lebih tujuh puluh<br />
tahun saja, selama masa pemerintahan Daud dan Salomo<br />
anak Daud, Daud berhasil mempersatukan semua suku<br />
Israel, termasuk suku-suku yang tidak menyukainya.<br />
Pada tahun 1010 SM Daud berhasil menaklukan kota<br />
Yerusalem, lalu menjadikannya sebagai Ibu kota. Daud<br />
meninggal pada tahun 970 SM. Pada tahun 966 SM, Salomo mendirikan<br />
Bait Suci Yerusalem (Al Aqsa). Pada masa<br />
pemerintahannya para sastrawaan berkarya dengan giat,<br />
terutamaa mengumpulkan berbagai tradisi yang masih<br />
terpelihara. Salomo meninggal dunia pada tahun 933,<br />
dan tidak lama kemudian pecahlah kerajaan kesatuan<br />
Israel. Di bagian utara terbetuklah kerajaan yang<br />
bernama Israel dan di bagian selatan-Kerajaan Yehuda.<br />
Kedua kerajaan ini tidak pernah rukun. Sekalipun<br />
demikian, adakalanya kedua kerajaan itu bersatu untuk<br />
mempertahankan perbatasan peninggalan Daud ataupun<br />
menghadapi serangan-serangan Asyur.</p>
<p>Kerajaan Israel yang cukup kuat secara militer,<br />
akhirnya dikalahkan oleh Asyur pada tahun 721 SM,<br />
sehingga berakhirlah kerajaan itu. Kerajaan Yehuda<br />
luput pada waktu itu. Tetapi pada tahun 587 SM<br />
dikalahkan oleh tentara yang dipimpin oleh<br />
Nebukadnezar. Yerusalem direbut, oelh Babel. Bait suci<br />
yang didirikan Salomo (Al Aqsa) dihancurkan. Banyak<br />
orang Israel dibawa ke Babel ketempat pembuangan.</p>
<p>Para buangan dari kerajaan Yehuda ini sungguh<br />
beruntung. Sebab mereka sendiri, setidak-tidaknya<br />
anak-anak mereka diizinkan pulang kembali kenegerinya.<br />
Pemulangan anak-anak para buangan itu terwujud berkat<br />
Koresy Raja Midia dan Persia yang pada waktu itu<br />
menundukkan Babel. Koresy mengizinkan pula para<br />
buangan itu membangun kembali bait suci serta<br />
tembok-tembok kota Suci Yerusalem. Para mantan buangan<br />
itu kembali ke Yudea dan bermukim di wilayah<br />
Yerusalem. Mereka memang mulai membangun kembali bait<br />
suci dan tembok sekeliling Yerusalem, tetapi diganggu<br />
oleh orang Samaria, yaitu bangsa hasil campuran Israel<br />
– Asyur. Di masa sulit itu, para mantan buangan (yang<br />
sejak saat itu dinamakan Yahudi) dipimpin oleh<br />
Zerubabel, Ezra dan Nehemia. Bait suci Al Aqsa<br />
berhasil dibangun kembali baru pada tahun 151 SM,<br />
sedangkan tembok kota Yerusalem pada tahun 446 SM.</p>
<p>Jikalau demikian, adakah suatu peristiwa penting yang<br />
terjadi semasa penjajahan Persia ? Tampaknya tidak<br />
ada. Setidak-tidaknya tidak diketahui. Para penguasa<br />
Persia memberi cukup banyak kebebasan kepada bangsa<br />
yahudi yang sejak saat itu dipimpin oleh Imam besar<br />
dan mahkamah Agama serta mulai memperlihatkan secara<br />
khusus tradisi suci bangsanya. Tidak terlalu lama<br />
setelah tanah suci dikuasai oleh Alexander Agung (333<br />
SM), penguasa Helenis/Yunani mulai memaksakan<br />
kebudayaan-kebudayaannya kepada bangsa Yahudi.</p>
<p>Di mana-mana didirikan berbagai gedung kesukaan<br />
Yunan, antara lain amfiteater dan kuil-kuil. Bahasa<br />
Yunani menjadi bahasa pergaulan elite. Tetapi nasib<br />
bangsa Yahudi sendiri semakin memprihatinkan. Di<br />
mana-mana terjadi penganiayaan terhadap orang Yahudi.<br />
Raja Antiokhus Epifanes IV (175 – 164) berbuat apa<br />
saja supaya agama Yahudi hilang dari permukaan bumi.<br />
Maka bangsa bangkit melawan penguasa Yunani yang amat<br />
menyusahkan hidup mereka.</p>
<p>Pemberontakan terhadap penguasa Yunani dikenal dalam<br />
sejarah sebagai revolusi para Makabe. Pemberontakan<br />
itu menghasilkan semacam independensi bangsa Yahudi,<br />
tetapi kemerdekaan itu berakhir lagi setelah Pompeius<br />
mengepung dan menaklukan kota Yerusalem pada tahun 63<br />
SM. Dan Raja Herodes Agung I yang pandai menjilat dari<br />
penguasa Roma, diangkat sebagai Raja orang Yahudi pada<br />
tahun 37 SM. Dan pada akhir pemerintahannya Yesus<br />
dilahirkan.</p>
<p>Pada tahun 70 Masehi, tentara Roma menghancurkan<br />
Yerusalem, termasuk bait suci. Beberapa waktu kemudian<br />
masyarakat setempat yang sempat mengungsi kembali ke<br />
Yerusalem dan mulai kembali kegiatan keagamaannya.<br />
Hidup mereka yang “Kristen” itu masih diwarnai dengan<br />
pola hidup Yahudi. Kaisar Hadrianus amat membenci<br />
Yahudi yang keras kepala dan suka memberontak itu<br />
sehingga ia berbuat apa saja untuk meniadakannya.<br />
Antara lain kota Yerusalem dilarang dihuni oleh orang<br />
Yahudi. Maka sejak tahun 135, komunitas Nasrani<br />
Yerusalem dipimpin oleh uskup-uskup Non Yahudi.</p>
<p>Sebagaimana di atas saya katakan bahwa sejarah Israel<br />
tidak bisa dianggap sebagai sejarah penyelamatan umum,<br />
karena pada awalnya ummat Israel menangkap keselamatan<br />
sebagai suatu anugerah yang serba insani.<br />
Secara kasar paham mereka dapat dirumuskan sebagai<br />
berikut : “Kami akan menjadi sebuah keluarga atau<br />
marga besar, sebab kami akan punya banyak anak di masa<br />
mendatang. Selanjutnya mereka yakin, kami akan<br />
mempunyai tanah negeri yang akan menjadi milik pusaka<br />
kami”. Dan dalam tahap berikutnya, mereka berpikir<br />
“Negeri kami akan makmur dan sejahtera”. Tetapi dengan<br />
lajunya waktu, mereka semakin mengerti bahwa<br />
keselamatan yang dimaksudkan Allah tidak turun atas<br />
mereka, melainkan sebuah bangsa asing, bangsa yang<br />
tidak dikenal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=7&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/c-sejarah-penyelamatan-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>D. KITAB PENTATEUKH (KOMPOSISI DAN GAYA SASTRA)</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/6/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 13:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/6/</guid>
		<description><![CDATA[Setidak tidaknya sejak permulaan tairkh Masehi, Musa dianggap sebagai penyusun kumpulan yang besar ini. Namun tradisi yang paling tua tidak pernah membenarkannya, bahwa Musa adalah penyusun seluruh Pentateukh. Apabila didalam pentateukh sendiri tidak terdapat kalimat ; ‘Musa menulis’ maka ungkapan ini setidak tidaknya memberikan informqasi kepada kita bahwa musa tidak pernah menulis kitab. Penyelidikan ilmiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=6&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>	Setidak tidaknya sejak permulaan tairkh Masehi, Musa<br />
dianggap sebagai penyusun kumpulan yang besar ini.<br />
Namun tradisi yang paling tua tidak pernah<br />
membenarkannya, bahwa Musa adalah penyusun seluruh<br />
Pentateukh. Apabila didalam pentateukh sendiri tidak<br />
terdapat kalimat ; ‘Musa menulis’ maka ungkapan ini<br />
setidak tidaknya memberikan informqasi kepada kita<br />
bahwa musa tidak pernah menulis kitab.<span id="more-6"></span></p>
<p>Penyelidikan ilmiah dan modern terhadap kitab-kitab<br />
ini, menampilkan perbedaan perbedaan yang sangat<br />
signifikan, terutama gaya bahasa. Pengulangan dan<br />
kekacauan dalam ceritera yang menjadi penghalang buat<br />
kita untuk memandang kumpulan ini sebagai sebuah karya<br />
yang seluruhnya di tulis oleh seorang pengarang saja.<br />
Sudah banyak penyelidikan yang dilakukan dengan hati<br />
hati, para kritikus yang hidup pada akhir abad<br />
sembilan belas, khususnya dibawa pengaruh karya karya<br />
Graft dan Wellhausen, mencetuskan teori begini ;<br />
Pentateukh adalah kumpulan yang terdiri dari empat<br />
buah dokumen yang berlainan usia dan lingkungan<br />
asalnya. Akan tetapi semua dokumen itu berasal dari<br />
zaman sesudah Musa.</p>
<p>Aslinya ada dua dokumen berisikan ceritera yaitu<br />
Yahwista ( J ), yang mulai dari kisah penciptaan<br />
mempergunakan nama Yahwe, yaitu nama Allah yang<br />
diwahyukan kepada Musa, dan Elohista (E), yang<br />
menyebut nama Allah dengan nama umum yaitu Elohim.<br />
Dokumen Yahwista, menurut teori ini, mendapat bentuk<br />
tertulis pada abad ke sembilan di Yehuda, sedangkan<br />
elohista sedikit kemudian mendapat bentuknya di<br />
Israel.</p>
<p>Sesudah musnahnya kerajaan Utara kedua dokumen itu<br />
dilebur jadi satu (JE). Sesudah raja Yosia, kitab<br />
Ulangan (D) ditambahkan kepada gabungan tadi (JED).<br />
Seusai pembuangan, kitab Hukum Para Imam (P), yang<br />
berisi peraturan peraturan dan beberapa ceritera,<br />
disatukan dengan kumpulan sebelumnya dan menjadi<br />
rangka dan bingkainya (JEDP).</p>
<p>Teori dokumen yang klasik ini, yang juga di hubungkan<br />
dengan suatu gagasan tentang evolusi paham paham<br />
keagamaan bangsa Israel, kerap dipersoalkan. Dewasa<br />
ini pun seluruh teori tersebut diatas ditolak oleh<br />
sebagian ahli alkitab. Sejumlah ahli lain menerimanya<br />
dengan perubahan perubahan yang cukup penting. Tidak<br />
ada dua orang ahlipun yang seluruhnya sependapat dalam<br />
menentukan bagian bagian pentateukh manakah yang<br />
termasuk kedalam kedalam masing masing dokumen.<br />
Terutama dimasa sekarang ini para ahli alkitab<br />
sependapat, bahwa penyelidikan dari bahasa saja tidak<br />
cukup menerangkan cara digubahnya pentateukh.<br />
Penyelidikan bahasa itu masih perlu dilengkapi dengan<br />
study tentang tentang bentuk sastra dan tradisi lisan<br />
atau tertulis yang mendahului penggubahan sumber<br />
sumber pentateukh. Masing masing dokumen, bahkan yang<br />
paling mudapun (P), memuat unsur unsur yang sangat<br />
tua.</p>
<p>Kesusasteraan kuno di Timur Dekat yang ditemukan<br />
kembali serta kemajuan ilmu arkeologi dan sejarah,<br />
yang membuka pengetahuan baru tentang kebudayaan<br />
kebudayaan dan bangsa bangsa yang bertetangga dengan<br />
Israel, membuktikan, bahwa sebagian besar undang<br />
undang atau peraturan paraturan yang terdapat dalam<br />
pentateukh sangat serupa dengan undang undang atau<br />
peraturan peraturan diluar kitab suci atau lebih tua<br />
usianya daripada yang ditetapkan buat ‘dokumen<br />
dokumen’ tadi.</p>
<p>Selain itu beberapa ceritera dalam kitab suci ini<br />
mengandaikan lingkungan lain dan lebih tua daripada<br />
lingkungan tempat dokumen dokumen itu disusun. Macam<br />
macam tradisi dari zaman dahulu, baik hukum maupun<br />
ceritera, terpelihara ditempat tempat suci atau turun<br />
temurun diceriterakan oleh ahli ahli ceritera<br />
dikalangan rakyat. Tradisi tradisi itu dikumpulkan<br />
menjadi kumpulan kumpulan yang lebih besar, lalu<br />
dituliskan atas desakan kalangan kalangan tertentu<br />
atau seorang tokoh yang berperan penting.<br />
Penggubahan penggubahan itu bukan tahap akhir.<br />
Kumpulan tradisi tradisi ini disadur kembali, ditambah<br />
dan akhirnya digabungkan kembali satu sama lain<br />
menjadi pentateukh yang ada sekarang ini. Sumber<br />
sumber tertulis dari Pentateukh merupakan tahap tahap<br />
penting dalam perkembangan  yang lama. Aliran aliran<br />
tradisi yang lebih tua seolah olah tersimpul<br />
didalamnya, lalu mengalir terus dan berkembang.<br />
Banyaknya aliran tradisi tersebut merupakan kenyataan<br />
yang menjelaskan adanya ceritera dobel, pengulangan<br />
dan pertentangan pertentangan yang mengherankan<br />
pembaca mulai dari halaman halaman pertama kitab<br />
Kejadian : dua kisah mengenai penciptaan ;1 ;1- 2 : 4a<br />
dan 2:4b – 3 :24 : ada dua silsilah kain – keni –<br />
kenan, 4 : 17 dan seterusnya dan 5 : 12-17 : gabungan<br />
dua kisah tentang air bah, 6 &#8211; 8. dalam riwayat bapa<br />
bangsa, perjanjian abrahan diceriterakan sebanyak dua<br />
kali.</p>
<p>Kejadian 15 dan 17 : dua kali Hagar di usir ; 16 dan<br />
21 : ada tiga ceritera tentang nasib malang isteri<br />
seorang bapa bangsa di negeri asing, 12 : 10 – 20 ; 20<br />
; 26; 1-11; gabungan dua ceritera tentang Yusuf dan<br />
saudara saudaranya, yang terdapat dalam bab bab<br />
terakhir kitab kejadian. Terdapat pula dua kisah<br />
tentang panggilan Musa, Keluaran 3; 1- 4 : 17 dan 6 ;<br />
2 – 7;7, dua muzizat air Meriba, Keluaran 17 ; 1—7 dan<br />
Bilangan 20 ; 1—13 ; dua teks dekalog, keluaran 20 ; 1<br />
– 17 dan ulangan 5 : 6—21 ; empat penanggalan<br />
liturgis, keluaran 23 ; 14 – 19 ; 34 ; 18 –23 ; Imamat<br />
23 ; Ulangan 16 ; 1 – 16 dapat dikemukakan banyak<br />
contoh lagi . berdasarkan kesamaan bahasa, gaya bahasa<br />
dan gagasan gagasan, bagian bagian tertentu dari<br />
pentateukh dapat kelompokkan, sehingga tampilan<br />
kesatuan kesatuan (ceritera dan hukum) yang berbeda<br />
satu sama lain yang I.K. utuh lengkap.</p>
<p>Dari permasalahan diatas ini kalau kita  telusuri<br />
lebih jauh dan mendalam, kita akan mendapatkan empat<br />
aliran tradisi. Adpun empat aliran tradisi yang<br />
dimaksud adalah sebagai berikut : Tradisi Yahwista .<br />
Tradisi Yahwista disebut demikian karena mulai<br />
penciptaan menggunakan nama Allah yang khusus yaitu<br />
Yahwe, mempunyai gaya bahasa yang hidup dan warna<br />
warni ; melalui bahasa penu gambar dan berkat bakat<br />
berceritera yang mengagumkan, tradisi ini menjawab<br />
secara mendalam pertanyaan pertanyaan serius yang<br />
timbul dalam hati setiap manusia ; ungkapan ungkapan<br />
manusiawi yang dipakainya dalam rceritera tentang<br />
Allah, menyembunyikan suatu rasa keagamaan yang bemutu<br />
tinggi.</p>
<p>Sebagai pengantar kedalam sejarah leluhur Israel,<br />
disajikannya sebuah ringkasan sejarah ummat manusia<br />
sejak penciptaan pasangan manusia pertama. Tradisi ini<br />
berasal dari Yehuda dan barangkali bagianya yang<br />
terpenting tercatat dizaman pemerintahan raja Salomo.<br />
Dalam kumpulan teks termasuk tradisi ini,sering kita<br />
menemukan sebuah tradisi sejalan, yang asal usulnya<br />
sama juga, tetapi memantulkan gagasan gagasan yang<br />
yang kadang kala lebih kuno dan kadang kadang  berbeda<br />
beda dengan yang lazim dalam Yahwista : kepada tradisi<br />
itu diberi tanda Y 1 (Yahwista yang permanen) atau L<br />
(sebab berasal dari kalangan umat awam) atau N (sebab<br />
berasal dari suku suku badui).</p>
<p>Pembedaan ini tampaknya dapat dibenarkan namun sukar<br />
menentukan, apakah disini terdapat suatu tradisi yang<br />
berdiri sendiri ataukah hanya beberapa unsur saja yang<br />
diambil alih oleh tradisi Yahwista dengan mengindahkan<br />
corak aslinya.</p>
<p>Tradisi elohista. Ciri khas lahiriahnya ialah<br />
penggunaan nama umum bagi Allah (Elohim), berbeda<br />
dengan tradisi Yahista, karena gaya bahasanya lebih<br />
sederhana dan juga kurang menarik,lagi pula dalam hal<br />
kesusilaan lebih banyak tuntutannya dan karena<br />
usahanya mempertahankan jarak yang memisahkan manusia<br />
dengan Allah. Dalam tradisi ini tidak terdapat<br />
ceritera cerutera asal mulanya dunia ; dimulai dari<br />
Abraham. Barangkali tradisi ini lebih muda daripada<br />
tradisi Yahwista dan biasanya dikatakan berasal dari<br />
suku suku utara. Beberapa ahli  Alkitab tidak menyetujui<br />
adanya tradisi Elohista terpisah.</p>
<p>Mereka menganggap hipotesa tentang pelengkapan,<br />
penyempurnaan atau penyaduran yang diadakan terhadap karya Yahwista<br />
sebagai hipotesa yang sudah cukup memuaskan. Tetapi<br />
teori  tentang adanya suatu tradisi dan penulisan<br />
tradisi E, yang mula mula berdiri sendiri, tidak hanya<br />
didukung oleh ciri ciri khas pada gaya bahasa dan<br />
ajaran tetapi juga oleh perbedaan dengan J dalam asal<br />
usulnya. Teori ini didukung pula oleh kenyataan, bahwa<br />
awal dari Abraham sampai dengan ceritera ceritera<br />
tentang wafatnya Musa, kisah E yang sejalan dengan<br />
kisah J cukup lengkap tetapi berbeda dengan J.</p>
<p>Maka suatu hal penting yang perlu diperhatikan,<br />
kendati corak corak yang membeda bedakannya, namun<br />
ceritera ceritera  Yahwista dan Elohista pada<br />
hakikatnya megisahkan sejarah yang sama. Kedua tradisi<br />
ini mempunyai titik pangkal yang sama. Suku suku<br />
Israel di utara dan di selatan mempunya tradisi yang<br />
sama. Tradisi itu menertibkan kenangan kenangan bangsa<br />
Israel  dalam hal sejarahnya ialah urutan ketiga bapa<br />
bangsa yakni abraham,Ishak dan Yakub, keluaran dari<br />
mesir yang digabungkan dengan penampakan Allah<br />
digunung Sinai, pengikatan perjanjian di gungung Sinai<br />
yang dihubungkan dengan pendudukan trans Yordania,<br />
yang menjadi tahap akhir sebelum direbutnya tanah<br />
terjanji. Tradisi bersama ini mulai terbentuk secara<br />
lisan dan mungkin juga secara tertulis sejak zaman<br />
para hakim-hakim. Sejak Israel mulai menjadi suatu<br />
bangsa.</p>
<p>Tradisi Yahwista maupun Elohista memuat hanya sedikit<br />
teks berupa hukum ; yang paling berarti ialah kitab<br />
hukum perjanjian yang akan dibicarakan nanti. Padahal,<br />
sebaliknya, hukum hukum merupakan suatu urat nadi<br />
tradisi Para Imam. Hukum hukum itu khususnya mengenai<br />
bait suci, korban korban dan hari raya, pribadi dan<br />
tugas Harun serta keturunannya.</p>
<p>Tetapi disamping bagian bagian yang berisikan hukum<br />
atau yang mengenai lembaga lembaga keagamaan itu,<br />
tradisi Para Imam memuat juga ceritera. Ceritera<br />
ceritera itu khusunya menjadi terperinci manakala<br />
dapat mengungkapkan perhatian khusus yang diberikan<br />
oleh tradisi para Imam kepada hukum dan ibadat Tradisi<br />
Para Imam.</p>
<p>Tradisi ini menggemari angka- angka dan silsilah-<br />
silsilah. Karena perbendaharaan kata yang khas dan<br />
gaya bahasanya yang abstrak, tradisi ini mudah<br />
dikenal. Inilah tradisi para imam bait suci di<br />
Yerusalem. Walaupun di dalamnya terpelihara macam<br />
macam unsur kuno, namun tradisi ini baru terwujud<br />
dimasa pembuangan Israel dan baru umum diterima dan<br />
mulai beredar setelah Israel kembali dari pembuangan.<br />
Didalamnya dibedakan beberapa lapisan atau tahap<br />
penggubahan. Selebihnya sulit di tentukan, apabila<br />
tradisi ini pernah berdiri sendiri sebagai sebuah<br />
karya tertulis.</p>
<p>Agaknya lebih mungkin, bahwa seseorang atau beberapa<br />
orang yang mewakili tradisi para imam di yerusalem itu<br />
memungut bahannya dari tradisi tradisi yang sudah ada<br />
lalu mengubah dan menerbitkan pentateukh seperti yang<br />
ada sekarang.</p>
<p>Dalam kitab kejadian garis garis ketiga tradisi<br />
tersebut, yakni Yahwista, elohista dan para Imam<br />
agaknya mudah untuk ditelusuri. Sehabis kitab kejadian<br />
tradisi para imam gampang saja dipisahkan dari kedua<br />
tradisi lain, terutama dalam bagian terakhir kitab<br />
keluaran, seluruh kitab immamat dan bagian bagian<br />
besar kitab bilangan. Tetapi sehubungan dengan bahan<br />
lain dalam ketiga kitab itu sukar ditentukan mana<br />
termasuk tradisi Yahwista dan mana termasuk tradisi<br />
elohista.</p>
<p>Sehabis kitab Bilangan, ketiga tradisi tersebut<br />
menghilang sama sekali sampai muncul kembali dalam Bab<br />
31  dan 34 dari kitab Ulangan. Ketiga tradisi tersbut<br />
diganti dengan tradisi lain yakni tradisi Ulangan (D).<br />
Tradisi ini dapat dikenal melalui bahasa yang khas,<br />
yaitu bahasa berlebih-lebihan dan berupa seni<br />
berpidato, dimana sering berulang ungkapan ungkapan<br />
yang sama ; dapat dikenal juga melalui ajaran yang<br />
terus menerus ditegaskan kembali, yaitu bahwa dari<br />
antara segala bangsa, Allah telah berkenan memilih<br />
Israel sebagai ummatnya. Tetapi pilihan itu dan<br />
perjanjian yang telah mengukuhkannya bersyarat<br />
kesetiaan Israel kepada hukum Allahnya dan kepada<br />
ibadat resmi yang harus diadakan bagi-Nya dalam satu<br />
bait suci saja.</p>
<p>Kitab Ulangan merupakan tahap terakhir sebuah tradisi<br />
yang berdekatan dengan tradisi Elohista dan dengan<br />
gerakan para Nabi. Tetapi suara tradisi D itu sudah<br />
terdengar dalam beberapa bagian dari kitab suci yang<br />
agak tua. Bagian inti kitab Ulangan memuat adapt<br />
istiadat kerajaan utara yang oleh orang-orang Lewi<br />
dibawa ke Yehuda sesudah kerajaan Samaria itu disimpan<br />
dalam bait suci Yerusalem. Di zaman raja Yosia<br />
ditemukan kembali lalu diumumkan untuk mendukung<br />
pembaharuan agama di Yehuda. Kitab itu diterbitkan<br />
kembali (dengan tambahan dan pengurangan serta<br />
saduran) pada awal masa pembuangan.</p>
<p>Berpangkal pada kumpulan-kumpulan tradisi yang<br />
berbeda-beda itu, kitab Pentateukh di ubah secara<br />
perlahan-lahan. Tetapi sukar untuk menetukan waktunya<br />
tiap tiap tahap dari perubahan tersebut dikerjakan.<br />
Tradisi Yahwista dan Elohista digabung di Yehuda.<br />
Mungkin dimasa pemerintahan Hizkia, sebab berdasarkan<br />
Amsal 25 : 1, dizaman itu  karya karya sastra kuno<br />
dikumpulkan.</p>
<p>Hubungan antara Pentateukh dengan kitab kitab Alkitab<br />
menjadi penyebab timbulnya pertentangan. Sudah lama<br />
ahli kitab suci berbicara tentang ‘Heksateukh’, yaitu<br />
tentang sebuah kitab yang berjilid enam, mencakup<br />
kitab Yosua dan bagian pertama kitab Hakim Hakim.<br />
Mereka menemukan didalamnya lanjutan ketiga sumber<br />
Pentateukh, yakni J,E dan P. Mereka menekankan, bahwa<br />
tema janji yang begitu sering muncul dalam ceritera<br />
ceritera yang mengisahkan pula pelaksanaan janji janji<br />
tersebut, ialah perebutan Tanah terjanji.</p>
<p>Menurut pendapat mereka, kitab Yosua baru kemudian<br />
dipisahkan dari kesatuan itu, lalu menjadi kitab<br />
pertama dari kitab-kitab sejarah. Sebaliknya,<br />
pengarang pengarang kitab suci ini baru berbicara<br />
mengenai ‘tetrateukh’, yakni tentang kitab yang<br />
berjilid empat, yang tidak mencakup kitab Ulangan.<br />
Menurut mereka, kitab Ulangan awalnya dipakai sebagai<br />
pendahuluan sebuah kitab sejarah yang berlangsung<br />
sampai dengan akhir masa pra raja (karena kitab<br />
sejarah itu diistilahkan  sebagai kitab sejarah<br />
ulangan).</p>
<p>Kemudian kitab ulangan itu dipisahkan dari kitab<br />
sejarah tersebut, waktu orang ingin mengumpulkan<br />
didalam satu karya &#8212; yaitu pentateukh  &#8212; segala<br />
sesuatu yang menyangkut diri musa serta ajarannya.<br />
Pendapat kedua inilah yang dalam terbitan kitab suci<br />
dituruti dalam kata pengantar bagi masing masing kitab<br />
sejarah dan diandalkan dalam beberapa catatan,<br />
walaupun disana sini pendapat itu di ubah.</p>
<p>Sudah jelaslah kiranya, bahwa ketidakpastian yang<br />
sama menyangkut sejumblah besar persoalan yang<br />
ditimbulkan oleh caranya pentateukh digubah. Memang<br />
kitab itu digubah selama sekurang kurangnya enam abad<br />
dan ia mencerminkan perubahan perubahan yang dialami<br />
hidup kebangsaan dan keagamaan Israel. Namun kendati<br />
pasang<br />
surut yang dialaminya itu, perkembangan pentateukh<br />
pada pokoknya heterogen.<br />
Sudah dikatakan diatas, bahwa tradisi tradisi yang<br />
berupa  ceritera berasal dari zaman terbentuknya<br />
bangsa Israel dengan memperhatikan seperlunya<br />
perbedaan, maka hal yang sangat boleh dikatakan<br />
tentang bagian bagian pentateukh yang berisikan hukum.<br />
Bagian bagian itu memuat hukum sipil dan agama yang<br />
berkembang bersama dengan masyarakat yang dipimpin<br />
olehnya,tetapi asal usul hukum itu tercampur dengan<br />
asal usul bangsa itu sendiri.</p>
<p>Ada kontinuitas dalam perkembangan dan kontinuitas<br />
itu mempunyai dasar keagamaan : iman akan Yahwe itu<br />
dibayangi oleh pribadi Musa. Dialah pangkal hidup<br />
keagamaan bangsanya dan diapun sebagai yang pertama<br />
yang memberi hukum dan undang undang kepada bangsanya.<br />
Tradisi tradisi sebelumnya yang terarah kepada Musa<br />
dan kenangan akan kejadian kejadian yang dipimpin<br />
olehnya, akhirnya menjadi kisah sejarah terbentuknya<br />
bangsa Israel.<br />
Untuk seterusnya agama Musa lah yang menentukan<br />
kepercayaan dan adat istiadat keagamaan Israel. Sebab<br />
hukum Musa tetap menjadi pedoman bangsa itu.<br />
Penyesuaian penyesuaian yang dituntut oleh perubahan<br />
perubahan zaman diadakan menuntut jiwa dan semangat<br />
Musa dan ditempatkan dibawa kewibawaannya.</p>
<p>Tidaklah penting, bahwa kita tidak dapat dengan pasti<br />
menetukan sebagian dari pentateukh sebagai karya Musa<br />
sendiri, sebab dialah yang menjadi tokoh utama bagi<br />
seluruh kitab itu. Oleh karena itu tidak berlebihan<br />
gereja mengatakan tradisi Yahudi sebagai kitab Taurat<br />
Musa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=6&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E. CERITERA CERITERA DAN SEJARAH</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/e-ceritera-ceritera-dan-sejarah/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/e-ceritera-ceritera-dan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 13:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/e-ceritera-ceritera-dan-sejarah/</guid>
		<description><![CDATA[ Tidaklah bijaksana kalau dari tradisi tradisi yang merupakan pusaka yang hidup bagi suatu bangsa dan yang membangun rasa persatuannya dan melandaskan kepercayaannya, akan kita tuntut apa yang dapat di tuntut daripada ahli ilmu sejarah dalam arti moderen. Namun tidaklah adil menyangkal adanya kebenaran didalamnya hanya karena tidak adanya norma norma ilmu sejarah modern. Sebelas bab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=5&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Tidaklah bijaksana kalau dari tradisi tradisi yang<br />
merupakan pusaka yang hidup bagi suatu bangsa dan yang<br />
membangun rasa persatuannya dan melandaskan<br />
kepercayaannya, akan kita tuntut apa yang dapat di<br />
tuntut daripada ahli ilmu sejarah dalam arti moderen.<br />
Namun tidaklah adil menyangkal adanya kebenaran<br />
didalamnya hanya karena tidak adanya norma norma ilmu<br />
sejarah modern.<span id="more-5"></span></p>
<p>Sebelas bab pertama kitab kejadian perlu diperhatikan<br />
secara tersendiri. Secara populer di ceritakan<br />
didalamnya awal mula bangsa manusia: dengan gaya<br />
bahasa yang sederhana dan penuh gambar, yang sesuai<br />
dengan mentalitas, bangsa yang kurang beradab,<br />
diungkapkannyalah kebenaran-kebenaran pokok yang<br />
menjadi pangkal seluruh tata keselamatan, yaitu: Allah<br />
menciptakan dunia pada awal mula: Allah terlibat<br />
langsung dalam penciptaan pria dan wanita: persatuan<br />
bangsa manusia: dosa leluhur pertama: kemerosotan dan<br />
hukum turun temurun yang di jatuhkan kepadanya.<br />
Akan tetapi kebenaran-kebenaran ini yang menyangkut<br />
dogma dan diperkuat kewibawaan kitab suci, sekaligus<br />
merupakan fakta. Apaila kebenaran-kebenaran ini memang<br />
pasti maka didalamnya diandaikan fakta-fakta riil,<br />
walaupun kita tidak mampu menentukan dengan tepat hal<br />
ikhwalnya, sebab terselubung dalam bungkusan mitos<br />
yang di pakaikan kepadanya sesuai dengan mentalitas<br />
masa dan lingkungan yang bersangkutan.<br />
Sejarah para Bapak  Bangsa adalah sejarah keluarga: di<br />
kumpulkan di dalamnya kenangan-kenangan yang masih<br />
terpelihara mengenai para leluhur, yaitu Abraham,<br />
Ishak ,Yakub dan Yusuf. Sejarah itu bersifat populer:<br />
ia gemar akan peristiwa-peristiwa bapak-bapak bangsa<br />
dan di ceritakan memakai daya  khayal  yang<br />
menyegarkan. Tidak ada usaha sedikitpun untuk<br />
menghubungkan cerita-cerita itu dengan sejarah umum.</p>
<p>Selebihnya sejarah itu sejarah ke agamaan: segala<br />
kejadian yang menentukan, di sertai campur tangan<br />
Allah , sehingga tampaknya sebagai sejarah yang di<br />
atur oleh penyelengaraan illahi. Pendekatan ini secara<br />
teologis memang tepat, tetapi tidak peduli akan<br />
pengaruh sebab-sebab di luar Allah. Lagi pula semua<br />
peristiwa di kemukakan, di jelaskan dan di kumpulkan<br />
untuk membuktikan semua kebenaran suatu agama , yaitu<br />
: ada satu Allah yang membentuk satu  umat dan yang<br />
memberikan kepadanya satu negeri.<br />
Allah itu ialah Yahwe, umat itu tidak lain Israel dan<br />
negeri itu adalah tanah suci. Akan tetapi<br />
cerita-cerita itu  adalah sejarah, sejauh dengan<br />
caranya sendiri mengisahkan peristiwa-peristiwa riil<br />
dan sejauh memberi gambaran tepat mengenai asal usul<br />
mengenai pengembaran leluhur Israel, mengenai<br />
ikatan–ikatan geografis dan etnis serta mengenai<br />
kelakuan moril dan religius mereka.</p>
<p>Tugas ahli ilmu sejarah moderen ialah membandingkan<br />
berita-berita kitab suci dengan fakta-fakta sejarah<br />
umum. Dengan sikap hati-hati yang di karenakan<br />
kurangnya petunjuk-petunjuk kitab suci serta<br />
ketidakpastian  kronologis kejadian-kejadian yang<br />
tidak termasuk kitab suci, dapat di katakan: Abrahan<br />
hidup di negeri Kanaan sekitar tahun 1850 SM: Yusuf<br />
mencapai kedudukan dan menjalankan tugasnya di Mesir<br />
tidak lama sehabis tahun 1700 SM: pada waktu yang<br />
sama`anak-anak Yakub` lainnya bergabung dengannya.</p>
<p>Untuk menentukan waktu Keluaran tidak dapat kita<br />
percayai petunjuk –petunjuk yang terdapat dalam  1 R.<br />
j 6 : 1 dan Hak 11 : 26 , sebab petunjuk-petunjuk<br />
tersebut di masukan kemudian dan berasal dari<br />
perhitungan yang dibuat-buat. Walaupun demikian, kitab<br />
ini memberi satu petunjuk yang pasti : menurut teks<br />
kuno  Kel 1: 11, orang –orang Ibrani ikut membangun<br />
kota-kota Bandar (perniagaan) Piton dan Raamses. Maka<br />
peristiwa keluaran terjadi sesudah Fira`un Ramses II<br />
yang mendirikan kota Ramses itu naik tahta.</p>
<p>Karya-karya besar itu di mulai pada awal<br />
pemerintahannya dan mungkin sekali kelompok di bawah<br />
pimpinan Musa meninggalkan Mesir di pertengahan<br />
pertama atau sekitar pertengahan pemerintahannya yang<br />
amat lama (1290-1224) SM, katakanlah di sekitar tahun<br />
1250 SM atau sedikit sebelumnya. Apabila kita<br />
perhatikan tradisi kitab suci mengenai perjalanan<br />
Israel di padang gurun yang berlangsung  selama masa<br />
kehidupan satu generasi, maka pendudukan daerah di<br />
seberang Yordan terjadi kurang lebih pada tahun 1225<br />
SM. Tahun tersebut cocok dengan keterangan-keterangan<br />
dari ilmu sejarah umum tentang tempat kediaman para<br />
Fira`un dari wangsa XIX di Delta sungai Nil, tentang<br />
menurunnya kuasa negara Mesir di Syiria – Palestina<br />
pada akhir pemerintahan Ramses II, dan tentang<br />
kerusuhan-kerusuhan yang terjadi pada abad ke XIII SM<br />
yang timbul di seluruh wilayah Timur Dekat.<br />
Tahun-tahun tersebut sesuai dengan petunjuk –petunjuk<br />
arkeologis mengenai awal jaman besi yang bersamaan<br />
waktunya dengan menetapnya orang-orang Israel di<br />
Kanaan.<br />
<strong><br />
F.PENUTUP</strong></p>
<p>Agama Perjanjian Lama adalah agama historis :<br />
dasarnya ialah wahyu yang diberikan Allah kepada<br />
manusia manusia tertentu ditempat-tempat tertentu<br />
dalam keadaan keadaan tertentu, landasannya ialah<br />
campur tangan Allah pada saat saat tertentu dalam<br />
perkembangan umat manusia. Pentateukh yang menguraikan<br />
sejarah hubungan Allah dengan sejarah itu adalah<br />
merupakan dasar agama Yahudi.</p>
<p>Orang orang Israel menemukan didalamnya keterangan<br />
tentang tujuan hidupnya. Bukan hanya dibagian pertama<br />
kitab kejadian dapat dijumpai olehnya jawaban jawaban<br />
atas pertanyaan pertanyaan yanjg bercokol dalam hati<br />
setiap manusia tentang dunia dan kehidupan,<br />
penderitaan dan kematian, melainkan dijumpainya pula<br />
jawaban atas persoalah yang khusus, persoalan israel,<br />
yaitu : mengapa Yahwe yang esa adalah Allah Israel,<br />
mengapa Israel adalah Umatnya yang terpilih.<br />
Jawabannya adalah sebab Israel telah menerima janji<br />
karena Pentateukh adalah kitab janji : kepada Adam dan<br />
Hawa, sesudah jatuhnya kedalam dosa, diberitakan<br />
keselamatan yang akan datang : kepada Nuh, sehabis air<br />
bah, diberi jaminan akan datangnya ‘orde baru’ didunia<br />
khususnya janji itu diberikan kepada Abraham. Sebab<br />
Yahwelah yang telah memanggil Abraham.</p>
<p>Panggilan itu menjadi pralambang terpilihnya Israel<br />
Janji serta pilihan itu terjamin dalam perjanjian.<br />
Pentateukh adalah kitab pelbagai perjanjian. Ada<br />
perjanjian yang, walau tersembunyi, sudah diadakan<br />
oleh Allah dengan Adam : lalu perjanjian tersebut<br />
menjadi kentara dengan perjanjian dengan Nuh.<br />
Perjanjian itu bukannya sebuah kontrak antara pihak<br />
pihak yang sama derajatnya, sebab Allah tidak<br />
membutuhkannya dan justeru dialah yang<br />
memprakarsainya.</p>
<p>Tema tema : janji, pilihan, merupakan benang mas yang<br />
yang bersilang silang dalam kitab Pentateukh<br />
disepanjang kitab kitab pentateukh yang dapat kita<br />
jumpai didalam seluruh perjanjian Lama. Sebab<br />
Pentateukh adalah sebuah Karya yang belum selesai atau<br />
tertutup : ia mengemukakan janji tetapi ia tidak<br />
berbicara tentang pelaksanaannya. Keadaan demikian<br />
berlangsung sangat lama, sampai kedatangan Muhammad<br />
SAW yang menjadi tongkat pembatas : kepada Umat<br />
Muhammad SAW tertuju sejarah keselamatan itu : Ia<br />
memberi arti yang sebenarnya. Al qur’an membuka dan<br />
menguraikan segala rahasia, terutama dalam surah<br />
Al-Ikhlas ayat 1&#8211; 6, yang memberikan gambaran<br />
eskatologis untuk menjaga janji janji : peranannya<br />
dapat dibandingkan dengan seorang pendidik yang<br />
mengantar kepada Muhammad SAW, pemenuhan janji janji<br />
tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=5&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/e-ceritera-ceritera-dan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGIAN KEDUA : ISLAM : VERBA DOCENT EXAMPLA TRAHUNT</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/bagian-kedua-islam-verba-docent-exampla-trahunt/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/bagian-kedua-islam-verba-docent-exampla-trahunt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 13:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/bagian-kedua-islam-verba-docent-exampla-trahunt/</guid>
		<description><![CDATA[ISLAM KEBENARAN MUTLAK Pengantar Al-Qur’an dalam kata mengajarNya yang teladan, meyakinkan, verba docent exampla trahunt, membawa paradigma baru dalam agama. Berbeda dengan paradigma kitab kitab terdahulu yang mengajarkan bahwa agama adalah upacara, atau agama adalah himpunan beberapa ajaran moral mengajarkan bahwa ia (Al-Qur’an) adalah undang undang memungkinkan seseorang untuk menempuh kehidupan yang berbahagia. Mengurai suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=4&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ISLAM KEBENARAN MUTLAK</p>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Al-Qur’an dalam kata mengajarNya yang teladan,<br />
meyakinkan, verba docent exampla trahunt, membawa<br />
paradigma baru dalam agama. Berbeda dengan paradigma<br />
kitab kitab terdahulu yang mengajarkan bahwa agama<br />
adalah upacara, atau agama adalah himpunan beberapa<br />
ajaran moral mengajarkan bahwa ia (Al-Qur’an) adalah<br />
undang undang memungkinkan seseorang untuk menempuh<br />
kehidupan yang berbahagia.<span id="more-4"></span></p>
<p>Mengurai suatu persoalan khususnya yang bersifat adi<br />
kodrati, setiap orang dipastikan terjebak dalam<br />
pemahaman gnostitisme yang rumit. Dalam hal ini,<br />
seseorang tersebut telah menentukan terlebih dahulu<br />
kotaknya, atau apa warna bajunya, sehingga membawa<br />
paradigma yang kurang mendidik.</p>
<p>Oleh karena itu saya lebih cenderung untuk mengupas<br />
persoalan ini dalam konsep ’orang luar’, guna<br />
menganalisis permasalahan yang sebenarnya yaitu hanya<br />
seputar sumber theologis, pengumpulan naskah kitab,<br />
sebagaimana seperti yang telah saya paparkan<br />
permasalahan tentang sumber ajaran,dogma dogma<br />
Kristen/Katolik. Hal ini saya rasa sangat perlu, guna<br />
menghindari penilaian yang keliru dari kalangan non<br />
Islam, yang terkadang irasional dalam menilai Islam,<br />
bahwa konsepsi Islam adalah In der welth zein. Sebab<br />
konsepsi Islam adalah Liebendes mith Zein.<br />
<strong><br />
B.	Defenisi Islam</strong></p>
<p>Kata Islam, berasal dari bahasa Arab ( S.L.M ) Sin,-<br />
Lam,-Mim,- yang artinya : damai, suci patuh dan taat.<br />
Dari konteks pemahaman ketiga suku kata diatas ini,<br />
dapat diartikan sebagai suatu kepatuhan atas kehendak<br />
dan kemauan sang Pencipta yaitu keselamatan hanya bisa<br />
dicapai dengan menjalankan perintah – Nya serta<br />
menjauhi larangan-Nya. (Lebih lanjut lihat Martin<br />
Lings : Muhammad  The Prophet hal 115)<br />
<strong><br />
C.	Sumber Ajaran Islam.</strong></p>
<p>Sumber ajaran Islam terbagi atas tiga bagian, akan<br />
tetapi ketiga bagian ini sendiri merupakan suatu<br />
kesatuan yang utuh. Adapun sumber ajaran tersebut<br />
adalah :</p>
<p>1.	Al-Qur’an<br />
2.	Al-Hadist<br />
3.	Ijtihad</p>
<p>i.	Ijma kesepakatan<br />
ii.	Qiyas ; menganalogikan dengan hukum yang sudah ada<br />
iii.	Istihan,Masalihul mursalah.</p>
<p>Yang dimaksud dengan Al-Qur’an adalah Intervensi –<br />
intervensi Illahi yang mengatur  segala perilaku<br />
’manusia’  baik dalam ada bersama dengan sesama maupun<br />
komunikasi dengan pencipta, yang terbagi dalam 114<br />
Surah dan terdiri dari 6632 ayat, sehubungan dengan :</p>
<p>•	Allah sebagai Wahyu<br />
•	Muhammad sebagai mu’jizat<br />
•	Muslim sebagai pedoman hidup<br />
•	Sebagai korektor atas kitab kitab sebelumnya.</p>
<p><strong>D.	Al-Qur’an.</strong></p>
<p>Al-Qur’an yang berarti ’bacaan’ secara defenisinya<br />
adalah : kalam Allah yang diturunkan kepada utusan-Nya<br />
Muhammad SAW  yang juga  merupakan mu’jizat, dan<br />
membacanya adalah ibadah. Al-Qur’an juga mempunyai<br />
nama nama lain seperti Al-Furqan (pembeda antara yang<br />
hak dan yang bathil),Ad Dzikir (peringatan dan nama<br />
nama ini semuanya terdapat dalam Al-Qur’an. Kemudian<br />
sebab sebab atau latar belakang turunnya ayat ayat<br />
Allah agar hamba hambaNya  mempunyai pedoman dan<br />
panduan dalam hidup khususnya generasi yang hidup<br />
sesudah Rasullulah.</p>
<p>Muhammad SAW dalam menerima wahyu Allah mengalami<br />
berbagai macam keadaan diantaranya Jibril masuk<br />
kedalam hatinya atau menampakan dirinya seperti<br />
manusia atau kadang kadang menampkana wujud aslinya<br />
dan juga dengan datang kepada Muhammad suara<br />
gemerincing lonceng.</p>
<p>Dalam hal ini, Al-Qur’an bukanlah fenomena insidentil<br />
atau hanya waktu yang sebentar. Antara turunnya wahyu<br />
yang satu dengan yang lainnya terdapat jarak waktu<br />
kekosongan yang lamanya berbeda beda. Bukti yang<br />
paling jelas atas hal ini adalah sikapnya (Muhammad<br />
SAW) terhadap hijrah. Sahabat-sahabat yang telah<br />
meninggalkan Mekkahmembawa keyakinan agama<br />
mereka,-sedang Nabihal yang mengenai dirinya,-masih<br />
harus menunggu perintah yang jelas dari Wahyu. Contoh<br />
lain dari permasalahan ini adalah ketika nabi –<br />
sehubungan dengan dirinya masih harus mengambil suatu<br />
keputusan mengenani suatu peristiwa yang membingungkan<br />
dan yang menimbulkan kebimbangan, sedang ia (nabi)<br />
menanti dengan tidak sabar, laksana orang yang duduk<br />
diatas bara api,- wahyu Allah yang memberi keputusan<br />
defenitif.</p>
<p>Berdasarkan hal diatas, apapun hipotesa yang dibuat<br />
tentang (watak) Al-Qur’an, namun ada suatu pertanyaan<br />
besar disekeliling soal cara Al-Qur’an diturunkan.<br />
Pertanyaannya itu adalah : tidakkah  mungkin<br />
genialitas insani ini tidak turun sekaligus seutuhnya,<br />
yang mungkin sudah direncanakan oleh-Nya ?<br />
Akan tetapi dengan kembalinya kita kepada waktu, dapat<br />
menempatkan pentingnya turunnya wahyu yang<br />
sebagian-sebagian yang adalah suatu cara terbaik dalam<br />
keberhasilan da’wah. Sebab bila tidak demikian,dengan<br />
alasan apapun ditinjau dari segi historis,sosial dan<br />
moril kita akan menafsirkan suatu kitab al-Qur’an yang<br />
turun seolah olah kilat yang datang dalam sekejap,-<br />
dalam kegelapan masa jahiliyah ? Lagi pula apa artinya<br />
ini-, dari sejarah nabi kalau nabi menerima wahyu<br />
secara keseluruhan dan tiba tiba, sekiranya ia<br />
menerima wahyu itu sebagai suatu dokumen,- yaitu<br />
semacam surat surat kepercayaan dikalangan manusia ?</p>
<p><strong>E.	Al-Hadist.</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan Al hadist adalah : perilaku<br />
(perkataan dan perbuatan Nabi) Muhammad sebagaimana<br />
”orang” yang dipimpin oleh iman dalam mengajakran kata<br />
mengajar teladan meyakinkan yang menjadi bahan rujukan<br />
dari dan dalam perilaku orang orang  sebagaimana<br />
halnya dengan orang yang dipimpin oleh iman.<br />
Al-Hadist ditulis sejak kuranglebih 100 tahun sesudah<br />
Rasullulah wafat. Dengan demikian harus dipilih,<br />
diseleksi karena adanya hadist-hadist palsu,dloif dan<br />
lain lainnya yang dibuat oleh orang orang tertentu<br />
atau tidak diyakini keabsahannya.</p>
<p>Nabi menyampaikan kepada sahabat, sahabat menyampaikan<br />
kepada tabi’in,tabi’inmenyampaikan kepada penghimpun<br />
hadist seperti Bukhari,kemudian Bukhari mengmpulkannya<br />
selama kuranglebih 16 tahun,- yang dalam masa kurun<br />
waktu tersebut beliau mengumpulkan 0,6 juta hadist.<br />
Kemudian setelah diseleksi hanya 1 % saja yang di<br />
anggapnya lulus.</p>
<p>Ilmu hadist meliputi pembahasan tentang<br />
•	Matan,menyangkut makna dan esensi hadist<br />
•	Rawi, menyangkut orang yang merawikan hadist dengan<br />
syarat : harus adil dan kuat hafalannya.<br />
•	Sandaran/sanad,menyangkut kesinambungan orang yang<br />
menyampaikan kepada penerima hingga bersambung ke Nabi<br />
Muhammad SAW.<br />
<strong><br />
F.	Ijtihad</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan ijtihad adalah : penggunaan akal<br />
sekuat mungkin untukmenemukan sesuatu keputusan hukum<br />
berdasarkan Qur’an dan Sunah.<br />
<strong><br />
G.	pengumpulan naskah Al-Qur’an</strong></p>
<p>Semua ummat islam pasti mengetahui bahwa Al-Qur’an<br />
adalah firman Allah, oleh karenanya Al-Qur’an menjadi<br />
dasar hukum. Sebelumnya Al-Qur’an merupakan himpunan<br />
dari wahyu Allah yang sampai kepada Nabi melalui<br />
malaikat Jibril. Al-Qur’an tidak diturunkan secara<br />
keseluruhan, melainkan secara berangsur angsur dengan<br />
kebutuhan masa selama kurang lebih 23 tahun.</p>
<p>Ketika ayat ayat diturunkan, nabi menyuruh sahabat<br />
sahabat untuk menghafal dan mencatatnya diatas pelepah<br />
pelepah korma dan mediamedia lainnya yang tersedia<br />
pada masa itu. Dalam hal penyusunan Al-Qur’an Nabi<br />
sendiripun mempunyai beberapa orang penulis, seperti<br />
Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Ubai bin Kaab,<br />
Zait bin Tsabit dan Muawiyah.</p>
<p>Sesudah Rasullulah wafat, terjadilah perang di<br />
Yamamah. Dalam peperangan tersebut, banyak sahabat<br />
sahabat Rasul  yang hafal Al-Qur’an gugur. Dari<br />
sinilah  sejarahnya dimulai pengumpulan ayat-ayat<br />
Al-Qur’an. Peristiwa ini terjadi dalam masa</p>
<p>pemerintahan Abu Bakar as Siddiq, yang bersama sahabat<br />
sahabat yang lain mengumpulkan teks atau naskah<br />
Al-Qur’an hingga sempurna.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=4&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/26/bagian-kedua-islam-verba-docent-exampla-trahunt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERI KRISTOLIGI</title>
		<link>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/17/seri-kristoligye/</link>
		<comments>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/17/seri-kristoligye/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 09:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veritasislamiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seri Kristologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/17/seri-kristoligye/</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Ismail Pain Ratu 1. Defenisi Katolik Kata Katolik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti &#8220;untuk umum&#8221;. Kalimat ini terbagi dalam dua suku kata yaitu: &#8220;Cathos&#8217; yang berarti &#8216;untuk&#8217; clan &#8220;Lichus&#8221; yang berarti &#8216;umum&#8217;. Cathoslichus berarti untuk umum atau universal. Kata ini untuk pertama kalinya ditemukan dalam tulisan Ignatius dari Antiokia (Antkhiocia) yaitu surat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=3&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Ahmad Ismail  Pain Ratu</p>
<p><strong><br />
1. Defenisi Katolik</strong></p>
<p>Kata Katolik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti &#8220;untuk umum&#8221;. Kalimat ini terbagi dalam dua suku kata yaitu: &#8220;Cathos&#8217; yang berarti &#8216;untuk&#8217; clan &#8220;Lichus&#8221; yang berarti &#8216;umum&#8217;. Cathoslichus berarti untuk umum atau universal.<br />
Kata ini untuk pertama kalinya ditemukan dalam tulisan Ignatius dari Antiokia (Antkhiocia) yaitu surat yang dikirim kepadajemaat-jemaatnya di Smirna.<br />
Dalam terminologi Kristen/Katolik, kata ini  dipergunakan untuk beberapa arti sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-3"></span><br />
•	Gereja yang universal, sebagai unsur pembeda dengan Gereja-Gereja lokal. .<br />
•	Gereja yang benar, sebagai pembeda dengan aliran skimastik.<br />
• Bagi penulis sej arah , hal ini dipakai untuk menunjuk kepada Gereja sebelum perpecahan antara Gereja Barat dengan Gereja Timur pada tahun 1054 M.</p>
<p>Semenjak munculnya gerekan reformasi yang dipimpin oleh Marthinus Luther, Gereja Barat memakai kata ini untuk nama dirinya.</p>
<p>2. Defenisi Kristen<br />
Kata Kristen diambil dari kata Christ dan Thelein. Christ adalah Yesus dan Thelein adalah pengajaran. Kata Kristen bermakna orang-orang yang mengikuti pengajaran Yesus. Istilah Kristen diperkenalkan dalam Gereja pada tahun 190 M oleh Tertullianus satu paket dengan Rumusan Trinitas yang adalah hasil rumusannya sendiri yang diambil dari tradisi Hellenisme.<br />
Permasalahan dalam penamaan ini, sebagian orang dari kalangan (Kristen) memberikan pernyataan bahwajikalau demikian dapatlah dikatakan bahwa usia Kristen dan Katolik itu sama atau kata Kristen lebih tua usianya. Hal atau pernyataan tersebut adalah sama sekali tidak berdasar. Karena pada tahun 207 M sewaktu diadakan Sidang Sinode Gereja di kota Sardika untuk mengambil keputusan tentang pemakaian kata untuk nama Gereja,- apakah Gereja Barat mau menerima kata Kristen untuk merubah nama Gereja Roma, Gereja Barat (Roma) keberatan untuk memakai kata Kristen sebagai nama dirinya untuk menghilangkan unsur Yahudi dalam tubuh Gereja.<br />
Semenjak saat itu kata Kristen hilang atau tidak terdengar. Kemudian kata ini muncul kembali pada abad ke sebelas sewaktu Martinus Luther mengadakan reformasi.</p>
<p>3. Sumber Theology Gereja</p>
<p>1. Golongan Apollogetika<br />
Golongan Apologetika adalah sekumpulan orang-orang (filsuf) yang berupaya &#8216;menyesuaikAn InjU dengan peradaban&#8217;. Maksud atau tujuannya adalah; &#8220;ingin&#8221; membuktikan bahwa hanya Injil yang menggenapi semua cita-cita filsafat Yunani. Menurut pandangan filsafat Yunani:</p>
<p>&#8220;Allah bersemayam di tempat yang sangat jauh di atas dunia ini, yakni di sebuah tempat yang tidak dapat didekati. Manusia dapat berhubungan dengan Allah hanya melalui pertolongan Roh atau para. Dewa.&#8221;<br />
Roh pengantar yang paling u tama adalah &#8216;Logos atau Kalam&#8217;. Logos atau Kalam ini adalah Allah Yang berwujud yang terbentuk di dan oleh dunia. Konsep ini (Allah disetarakan dengan Logos) membuka pintu perpecahan dalam tubuh Gereja dan membuka pula pintunya untuk dimasuki ajaran-ajaran dari budaya-budaya kekaflran.<br />
Theologi ApolIoget tentang kelepasan dunia adalah sebagai berikut:</p>
<p>Allah menJadikan logos dalam rangkaian waktu, sebagai Roh yang berpribadi, dan dengan adanya Logos tersebut membuat Allah mampu untuk menjadikan (baca: menciptakan) segala sesuatu.</p>
<p>2. Tertullianus<br />
Tertullianus adalah seorang pengacara yang bekerja di Chartago. Kita mengenal Tertullianus dari tulisan-tulisannya yang dibukukan sebagai bahan rujukan dalam sekolah-sekolah tinggi teologi. Kitab-Kitabnya ini (Tertullianus) ditulis sekitar tahun 195 M hingga tahun 220 M.<br />
Theologinya sama dengan golongan Apologet, yang menjadi bahan rujukan teologi Gereja Barat. Tertullianus adalah orang yang pertama kali memakai istilah &#8220;Theologia&#8221; untuk rumusan rumusan yang menjadi hal yang lazim sejak zaman itu misalnya : dosa turunan, tebusan dosa dan rumusan-rumusan yang lainnya seperti: Allah berzat satu tetapi berpribadi tiga.<br />
la memandang manusia dan Allah sebagai seorang terdakwa dihadapan hakim. Se bagai seorang apolloget, Tertullianus mengajarkan bahwa Logos adalah sesuatu zat yang lebih tinggi dari Allah.</p>
<p>3. Clemens dari Alexandria<br />
Adalah seorang ahli teologi yang memadukan atau menyesuaikan filsafat Yunani dengan&#8217; Gnostik. Maksud dan tujuannya adalah sebagai upaya untuk menggerejakan orang kafir yang tingkat intelektualnya sangat tinggi.</p>
<p>4. Origenes<br />
Origenes adalah seorang yang tingkat kepandaiannya dapat disetarakan dengan para Dewa. 6054 buah Kitab ditulis olehnya, terutama Ki tab yang berisi tafsiran ketuhanan dan filsafat.<br />
Ajaran Origenes adalah sebagai berikut:<br />
&#8220;Asal dan tujuan dart segala sesuatu yang hidup adalah &#8216;Bapa&#8217;, Allah yang abadi, yang dart kekal melahirkan segala sesuatu yang ada. Yangpertama dilahirkan oleh Allah adalah Logos, yang Keilahiannya tetap lebih rendah dari &#8216;Bapa&#8217;. Logos atau Anak adalah oknum yangmelahirkan Roh Kudus. Dart Roh itu terpancarlah segala Roh ataujiwa yang lebih rendah, yang juga bertabiat Illahi akan tetapi berkehendak bebas&#8221;.<br />
Kehendak itu disalahgunakan untuk melawan Allah. Cuma satu jiwa saja yang tetap setia kepada Allah. Sebagai hukuman atas masalah ini, semua Roh yang jatuh ke dalam dosa dikurung dalam sebuah (suatu) badan jasmani. Malaikat-malaikat yang jatuh sedikit saja, sehingga mendapat badan serupa bintang dilangit. Di bawah Malaikat adalah dunia dan dibawah dunia adalah setan-setan yang hidup dalam kegelapan. Malaikat dan setan berjuangmerebut dunia dan manusia.<br />
Dasar dan sistem yang di pakai Origenes dalam penafsiran yang alegoris terlalu sangat lemah, sekalipun demikian Gereja pada zaman itu menghormati Origenes sebagai Bapa Gereja, kemudian pada tahun 399 M Gereja mulai sadar bahwa ajarannya (Origenes) tidak sesuai lagi dengan Injil dan Kitab Hexapla yang ditulisnya itu, sehingga teologinya secara resmi ditolak oleh Negara Gereja.<br />
Akan tetapi hasil-hasil pemikirannya masih ada sampai saat ini, terutama Kitab Hexapla dan kemudian direvisi oleh Hieronimus dengan nama Vulgata atas perintah Paus Damascus untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan Kitab-Kitab dalam bahasa Latin yang dewasa ini dikenal dengan nama Kitab Perjanjian Lama yang dipakai oleh Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan sampai sekarang.<br />
Penolakan terhadap Teologinya Origenes, bukanlah semata-mata unsur kebijakan Teologis Gereja. Melainkan juga persoalan politis dalam wilayah kekaisaran Romawi. Gereja yang semakin berkembang, menjadi masalah politis yang sangat rumit bagi Kekaisaran Romawi yang bukan merupakan suatu kesatuan dalam suku, agama dan ras, oleh karena itu Kaisar Decius berpendapat bahwa persatuan semua daerah dan warga daerah dalam sebuah negara hanya dapat tercapai (terwujud) apabila dipersatukan dalam negara agama yaitu: satu Ilah, satu Negaradan satu Kaisar.<br />
Penyatuan warga negara dan segala daerah diawali dari tata cara peribadatan terutama dalam kalangan penganut kepercayaan pagan yang waktu itu memiliki jumlah penganut terbanyak dalam wilayah kekaisaran yang kemudian hal ini diikuti juga oleh aliran-aliran yang lainnya seperti Arianysme, dan Hellenisme.<br />
Ketika orang kafir (golongan Arian, Pagan, dan Hellenis) mempersembahkan korban kepada dewanya dan kepada kaisar, Gereja yang memandang hal ini sebagai hal yang positif atau suatu hal yang sangat baik dalam mencari jumlah penganut, ikut-ikutan membakar korban untuk kaisar dan dewanya kaum kafir tersebut. Ditinjau daIj segi politis, ha! tersebut sangatlah bermanfaat karena pada dasarnya kaisar-kaisar Romawi adalah kaisar yang gila hormat. dan dengan mengikuti<br />
aturan kaisar, Gereja dalam pergerakannya mencapai titik positif dimana negara dapat dijadikan &#8216;Gereja&#8217; (agamanegara). Sebaliknya kalau ditinjau dari sudut kebajikan teologis, dapatlah dikatakan bahwa manusia dapat berdagang dengan Ilahnya.<br />
Pandangan yang Kedua &#8220;kebajikan teologis terutama dalam nilai &#8216;eskatologis&#8217;&#8221;) ini menguasai kebaktian Gereja hingga saat ini. Hal ini dapat kita lihat dalam perjamuan suci (kudus) &#8220;Eucharisty&#8221;. Perjamuan ini dipandang baik sebagai suatu korban dari anggota jemaat, yang patut dipahalai Tuhan, dan sebagai hadiah dari Sorga yang dikaruniai Tuhan secara &#8216;magis-realistis&#8217;.<br />
Ketika kekaisaran (empirium) semakin meIemah sebagai akibat dari berbagai kekalahankekalahan dalam peperangan, orang-orang (kafir dan Gereja) berpendapat bahwa dewa-dewa murka karena kedurhakaan kepada orang-orang yang tidak mau turut berbakti kepada kaisar (dewa), sehingga terjadilah pembantaian secara besarbesaran dimana kita melihat banyak sekali martirmartir yang harus mati di tiang gantungan dan dibakar hidup-hidup.<br />
Salah satu butir dogma dari ajaran Origenes adalah: menolak penyatuan antara agama dan negara yang dalam hal ini diperankan oleh kekaisaran Romawi. Sebagai akibat dari ajaran ini, Origenes harus mati di siksa (dibakar) penguasa Romawi.<br />
Sesungguhnya Teologi Origenes ini teramat sangat indah karena f11safatnya ini merupakan hasil perpaduan filsafat Plato dengan filsafat Hellenisme. Ajaran ini (Origenes) menjadi suatu susunan f11safat agama Roma Katolik yang dapat saya sebut sebagai puncak atau mahkota kekafiran Hellenisme yang membawa dampak yang sangat tidak diinginkan di mana timbul perselisihan-perselisihan yang sangat hebat atau skisma besar.<br />
Perselisihan-perselisihan ini merambat di seluruh Gereja, baik Gereja di wilayah kekaisaran Barat maupun Timur. Perselisihan dan pertentangan -pertentangan ini secepatnya h~s diselesaikan. Akan tetapi penyelesaian pertikaian<br />
ini tidak dapat dirumuskan dipersatukan (pecahkan) dalam Sidang Konsili yang pertama di kota Nicea pada tahun 325 M. Perseteruan ini berakhir pada tanggal 23 Mei 1537 M, yang<br />
diselesaikan oleh petinggi Gereja dalam Sidang Konsili di kota Terente yang dewasa ini beberapa Gereja pembaharu mengatakan hal ini sebagai<br />
Perselisihan-perselisihan ini merambat di seluruh Gereja, baik Gereja di wilayah kekaisaran Barat maupun Timur. Perselisihan dan pertentangan -pertentangan ini secepatnya h~s diselesaikan. Akan tetapi penyelesaian pertikaian<br />
ini tidak dapat dirumuskan dipersatukan (pecahkan) dalam Sidang Konsili yang pertama di kota Nicea pada tahun 325 M. Perseteruan ini berakhir pada tanggal 23 Mei 1537 M, yang<br />
diselesaikan oleh petinggi Gereja dalam Sidang Konsili di kota Terente yang dewasa ini beberapa Gereja pembaharu mengatakan hal ini sebagai<br />
Perselisihan-perselisihan ini merambat di seluruh Gereja, baik Gereja di wilayah kekaisaran Barat maupun Timur. Perselisihan dan pertentangan -pertentangan ini secepatnya h~s diselesaikan. Akan tetapi penyelesaian pertikaian<br />
ini tidak dapat dirumuskan dipersatukan (pecahkan) dalam Sidang Konsili yang pertama di kota Nicea pada tahun 325 M. Perseteruan ini berakhir pada tanggal 23 Mei 1537 M, yang<br />
diselesaikan oleh petinggi Gereja dalam Sidang Konsili di kota Terente yang dewasa ini beberapa Gereja pembaharu mengatakan hal ini sebagai<br />
Perselisihan-perselisihan ini merambat di seluruh Gereja, baik Gereja di wilayah kekaisaran Barat maupun Timur. Perselisihan dan pertentangan -pertentangan ini secepatnya h~s diselesaikan. Akan tetapi penyelesaian pertikaian ini tidak dapat dirumuskan dipersatukan (pecahkan) dalam Sidang Konsili yang pertama di kota Nicea pada tahun 325 M. Perseteruan ini berakhir pada tanggal 23 Mei 1537 M, yang diselesaikan oleh petinggi Gereja dalam Sidang Konsili di kota Terente yang dewasa ini beberapa Gereja pembaharu mengatakan hal ini sebagai Toronto blessing.<br />
&#8220;Seorang manusia,harus mampu untuk membedakan kewajibannya, baik terhadap sesama manusia, maupun kepada Allah. Disini Origenes memberikan pemisahan tentang kewajiban tersebut. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, rumusan mulia ini di pelesetkan menjadi (baca: untuk) hukum Kanon, &#8220;Berikan kepada Allah atas apa yang telah menjadi HakNya, dan berikan juga kepada Manusia atas apa yang telah menjadi haknya.&#8221; Dalam kebagusan konsep tersebut, muncul sebuah ironi yang cukup menyakitkan bahwa: Manusia dapat disetarakan dengan Allah.</p>
<p>A. Penghapusan Dosa<br />
Kebajikan theologis -terutama nilai eskatologis- Kristen/Katolik mulai mengalami dekadensi moral pada awal abad Kedua. Di mana dalam tata laksana peribadatan dimasukan unsur-unsur kekafiran yang ada di sekelilingnya, terutama budaya Hellenisme Paganisme dan Arianisme dan beberapa aliran lainnya yang hidup tumbuh dan berkembang pada masa itu dengan sangat suburnya. Contoh kasus yang pertama dan utama (akibat kebajikan kaisar dan Uskup) adalah masalah penghapusan dosa dalam kebajikan teologis terutama dalam nilai &#8216;eskatologis&#8217;.&#8217;<br />
Keputusan tentang penghapusan dosa,diputuskan pada tahun 217 M oleh Uskup Calixtus, yang memaklumkan bahwa ia selaku Uskup berhak mengampuni dosa, terutama dosa perzinahan (diampuni melalui perzinahan). Sementara dosa-dosa yang lainnya dapat diampuni apabila si pendosa membayar dengan uang tunai atau barang dalam jumlah tertentu.<br />
Keputusan Uskup Calixtus yang yang mendapat persetujuan Gereja dan kaisar ini membawa dampak dekadensi moral Iman Kristiani di dalam Gereja itu sendiri. Sebagian besar anggotajamaatnya tidak setuju dengan ajaran dan praktek Calixtus ini.<br />
Di bawah Presbiter (ketua/penatua) Hippolytus, mereka yang tidak setuju ini memisahkan diri dari Gereja Calixtus, yang pada hemat (pendapat) mereka hal tersebut sudah dinajiskan (diharamkan) oleh dunia. Akan tetapi ajaran dan praktek Calixtus ini kemudian menang di dalam seluruh Gereja yang berserakan di wilayah kekaisaran Romawi.<br />
Dengan demikian kedudukan sang Uskup semakin kokoh dan kekuasaannya semakin tidak terbatas, karena pewarisan jabatan Rasuli, dan dengan (sebagai) pengantaraan Tuhan dengan jemaatnya dalam perjamuan sud selaku Imam yang oleh kuasa Roh Kudusnya ia berhak mengampuni dosa.2<br />
Semenjak saat itu hingga akhir abad ke tiga Belas praktek-praktek ini di kembangkan dalam tata cara peribadatan dalam Gereja dan dewasa ini praktek yang dijalankan Calixtus itu masih dipertahankan dalam kebaktian-kebaktian Gereja Katolik sehingga memuarakan segala upaya dan kekaryaan Uskup, Pastor dan para Klerus bermuara pada praktek setan.<br />
Hal ini bukanlah sesuatu yang berlebihan, karena pada masa itu mereka hidup di dalam negara agama (Negara Gereja), di mana mereka mengejar kekuasaan, kehormatan, materi, wanita dan lain sebagainya.dan dewasa ini mereka hidup dalam istana istana yang bisa ditebus dengan harga sebuah pulau.<br />
Segala kelakuan mereka tidak ada bedanya dengan kelakuan kaisar-kaisar Romawi (Italli) lainnya pada zaman dahulu yang hidup dalam percabulan, kemewahan, cinta diri, menjadi suatu hal yang seharusnya terjadi di dalam istana ke Uskupan. Bourgia menjadi salah satu contoh dalam kasus yang sangat mulia ini.<br />
Contoh lain dalam kasus ini adalah kasus perayaan Natal. Pada awalnya perayaan Natal ini diperingati sebagai peringatan akan Baptisan Yesus setiap tanggal 6 Januari. Tetapi dalam perkembangan dirubah menjadi tangga l25 Desember, yang mana pada hari itu diperingati sebagai hari kelahiran Dewa Matahari yang tidak terkalahkan, Dewa Kaisar Romawi.<br />
Roh Roma yang lebih mengutamakan praktek percabulan dan Roh Timur yang suka berfilsafat dan mistik, membuat pokok-pokok kebajikan teologis, terutama dalam Nilai Eskalogis sukar untuk dipersatukan dalam abad-abad berikutnya.<br />
Sekalipun demikian, dalam pertentangan ini ada Juga titik persamaannya, yaitu: Gereja Barat (Roma Katolik) dan Gereja Timur (Anglikan) bukan lagi suatu perkumpulan Rohani yang bersumber pada firman Tuhan. Karena di mana-mana anggota jemaatnya bersandar pada Uskupnya, karena hanya Uskup sajalah yang dapat memberikan perlindungan dan pengampunan dengan ajaran-ajarannya yang sesat.<br />
Kebenaran firman Tuhan ditukar dengan kuasa dan jabatan Uskup yang selaku pengganti rasul-rasul Yesus. Sangat tidak berlebihan Tertullianus menyindir para Uskup di Gereja Barat dengan mengatakan &#8220;Gereja adalah Jumlah Uskup&#8221;.</p>
<p>8. Konsill-Konsill Olkumenls dan KetetapanKetetapannya<br />
Memudahkan kita dalam mengarahkan kajian ini ke dalam sebuah sistematika kajian yang lebih terarah tentang Agama apa yang dibawa Yesus ataukah benarkah Maim kalangan Kristen atau Katolik bahwa agama yang mereka anut itu adalah agama Samawi atau tidak. Di bawah ini saya paparkan Sidang-Sidang Konsili Oikumenis dan hasil ketetapannya. Karena dalam Sidang Konsili ini semua keputusan tentang dogma-dogma agama dan Gereja Samawi di tetapkan. Adapun Konsili-Konsili yang saya maksudkan adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.	Konsili Nicea.  (325 M lie 787 M)</p>
<p>Konsili Nicea yang pertama diadakan atas desakan dan permintaan Kaisar Constantin untuk menyelesaikan pertikaian tentang masalah Trinitas (Arianisme).<br />
Konsili ini awalnya diadakan di Ancyra, namun kemudian dipindahkan ke Nicea dan dibuka pada tanggal 20 Mei 325 M, oleh Kaisar Constantin.<br />
Tujuan yang paling pertama dan utama Constantin mendesak petinggi Gereja untuk mengadakan Konsili Oikumenis ini adalah untuk menjamin kestabilan politik dalam kerajaannya dengan sebuah ketetapan spektakuler Kebajikan Theologis &#8220;Trinitas&#8221; disahkan. Akan tetapi dalam Konsili ini permasalahan monothelit yang menjadi bagian dari rumusan Trinitas tidak mendapat kesepakatan.<br />
Sesudah pidato pembukaan oleh Kaisar Constantin, pimpinan Konsili dialihkan kepada Hosius-Uskup Cordoba, yang menemani Constantin dari Gereja Barat. Meskipun ada perbedaan pandangan yang<br />
menginginkan agar Eustathius-Uskup Antiokia yang meminpin sidang Konsili:<br />
Golongan Arian mempersembahkan pengakuan Arianisme yang disusun oleh Eustathius. Kemudian Eusibius dari Kaisarea mempersembahkan pengakuan iman Baptisan yang berlaku dalam jemaatnya di Palestina. Pengakuan iman ini diterima oleh Konsili sebagai pengakuan iman yang sah setelah ditambahkan kata: Homoousios; di dalamnya. Adapun pcngakuan iman Nicea (I man Arian) adalah sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Aku percaya akan satu Allah, Bapa Yang Maha Kuasa,pencipta segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan. Yesus Kristus yang telah diperAnakkan dari Bapa. Allah yan[j di perAnakkan dari Bapa. Bapanya Allah dari Allah. Temng dari terang, Allah sejati dari Allah sejati. Yang diperAnakkan bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa, dan yang ada di bwni. Yang demi kita manusia dan demi keselamatan kita. turun dan menjadi daging, menjelma menjadi manusia, menderita sengsara dan bangkit pula pada hari yang ke-3 naik ke sorga, dan akan datang untuk menghakimi orany hidup dan yang mati, dan kepada Roh Kudus&#8221;.</p>
<p>Pengakuan ini ditandatangani oleh semua Uskup yang hadir kecuali dua orang Uskup yaitu: Theonaa dari Marmanika dan Sekondus Uskup Ptolemais. Kedua uskup ini dipecat dan diusir oleh Dewan Konsili.<br />
Jumlah U sku p yang hadir dalam Konsili ini sulitditetapkan. Pada umumnya dianggap jumlah pesertanya adalah 318 (tiga ratus delapan Belas) orang Uskup. Data ini didasarkan pada tulisan Anthanasius. Tampak angka ini hanya perlambang dari Jumlah hamba Ibrahim dalam Kitab kejadian 14: 14. Jumlah peserta diperkirakan 220 hingga 235 orang.<br />
Konsili Nicea yang Kedua pada tahun 787 M, diadakan atas permintaan Tarasius-Patriarkh Constantinopel untuk menyelesaikan pertikaian Ikonoklasik, Paus Hadrianus I menerima undangan Ratu Irene dan mengirimkan dua orang utusannya dengan syarat: Sinode Ikonoklasik di Hiera pada tahun 753 M dikutuk.<br />
Patriarkh Antiokia, Alexandria, dan Yerusalem tidak hadir (absen) karena wilayah mereka sudah berada di bawah pemerintahan Turki dan Islam. Masing-masing mereka mengirim dua orang biarawan. Konsili ini dibuka pada tanggal 17 Agustus 786 M, Konsili ini dibubarkan oleh tentara Ikonoklasik sehingga tidak bersidang sampai dengan tanggal 24 September 787M. Konsili ini memutuskan bahwa Ikon hanya mendapat penghormatan (Prokunesis) sebagaimana penjelasan Paus dalam suratnya kepada Konsili.<br />
Konsili ini menambahkan bahwa mereka menghormati Ikon dengan kasih yang relatif (Schtikoi Pothoi) karena pemuJaan (Latreia) hanya ditujukan kepada Allah saJa.<br />
Keputusan konsilli ini ditanda tangani oleh semua yang hadir termasuk Kaisar Constantin dan Anaknya Constantinus. Konsili ini menghasilkan 22 kanon yang berhu bungan dengan disiplin Gereja, seperti pembatalan pemilihan U skup, Imam dan diakon oleh pemerintah, Simoni dikutuk, Imam dilarang meninggalkan diosisnya tanpa seizin Uskup, wanita dilarang tinggal di rumah Uskup dan dalam biara lakilaki serta kesederhanaan Klerus dipertegas lagi. KonsiliNicea Kedua ini merupakan Konsili Oikumenis yang Ketujuh.</p>
<p>2. Konsili Constantinopel (381 M, 553 &amp; 680 M)</p>
<p>Konsili Constantinopel 11 atas permintaan Kaisar Justinianus pada tahun 553 M. Konsili ini merupakan Konsili Oikumenis yang ke V. Tujuan diadakan Konsili ini adalah untuk mengambil keputusan &#8216;apakah Theodorus dari Mopseustia, Theodorus dari Siprus dan Ibas dari Edesa dikutuk karena ajaran mereka bawa &#8216;berbau Nestoryanisme, ataukah dibiarkan saja seperti sikap petinggi Gereja dalam Sidang Konsili Chaleedon 451 M.<br />
Konsili ini memu tuskan ku tukan at as mereka dan dikenakan tindakan ekskomunikasi. Paus Vigilius mengutuk 60 pokok ajaran Theodorus dan kawankawannya, karena Konsili Efesus 431 M, Konsili Chaleedon 451 M tidak mengutuknya, karena mereka sudah meninggal (mati). Sidang Konsili ini dipimpin oleh: Euthyees-Patriarkh Constantinopel, dan dihadiri oleh 165 (Seratus enam puluh lima) orang Uskup yang kesemuanya itu berasal dari wilayah Timur.<br />
Konsili Constantinopel Ketiga tahun 680 M, diadakan atas desakan Kaisar Constantinus IV (Pogonatus) adalah bertujuan untuk menyelesaikan persoalan monothelit (satu kehendak pada inkarnasi Yesus) dalam Gereja Timur. Pada tahun 680 M, Paus Agatho memanggil dan mengadakan Sidang Sinode di Roma di mana ajaran tentang dua kehendak dalam inkarnasi Yesus dihenarkan. Paus mengirim utusannya kepada Kaisar dengan surat penjelesan tentang ajaran ini.<br />
Konsili ini mengutuk Maearius-Patriarkh Antiokia yang menganut ajaran monothelit. Keputusan dogmatis Konsili ini pada umumnya mengulang kembali Konsili Chaleedon. Konsili menolak penyatuan dua kehendak, tetapl menerima kesatuan moral. Konsili ini diakui sebagai Konsili Oikumenis yang ke VI.</p>
<p>3. Konslll Efesus (431 M)</p>
<p>Konsili ini diakui sebagai Konsili Oikumenis yang ke Ill, diadakan atas desakan KaisarThedosius 11 untuk menyelesaikan pertikaian Nestorius. Konsili ini diadakan pada tangga122 Juni 431 M yang dibuka oleh Memon &#8211; Uskup Efesus dan&#8221; Cyrillus dari Alexandria tanpa menunggu kedatangan Uskup Syiria yang dipimpin Yohanes dari Antiokia dan wakil Paus Clementinus I.<br />
Sidang Konsili ini memutuskan bahwa Nestorius dipecat dari keuskupan Constantinopel dan dieskkomunikasikan serta ajarannya tentang tabiat Yesus ditolak (dikutuk). Pengakuan Iman Nieea ditegaskan lagi. Istilah &#8216;Theotokos&#8217;7 dibenarkan.<br />
Ketika Uskup Syiriayang dipimpin Yohanes dari Antiokia tiba, mereka juga membuka Konsili sendiri dan mengutuk Cyrillus dari Alexandria dan Memon Uskup Efesus.</p>
<p>4. Konsill Chalcedon (451 M)</p>
<p>Konsili ini diakui sebagai Konsili Oikumenis yang<br />
ke IV, diadakan di Chalcedon &#8211; Asia Keeil dekat Constantinopel pada tahun 451 M, atas undangan Kaisar Marcianus. Dalam Konsili ini hadir semua Uskup dari Afrika, dan dua orang wakil Paus. Konsili ini merumuskan beberapa keputusan dan beberapa keketetapan. Adapun ketetapan-ketetapan tersebut adalah:<br />
1.	Keputusan Konsili Latrosinium pada tahun 449 M dibatalkan dan Eutyches ditolak.<br />
2.	Mereka yang menolak Theotokos terhadap Maria dikutuk.<br />
3.	Keputusan Nicea dan Constantinopel ten tang oknum Kristus dikuatkan kembali dan ajaran Nestorius (Nestorianisme) dikutuk.<br />
4. Mereka yang mengatakan bahwa Yesus sebelum berinkarnasi mempunyai dua tabiat dan sesudah inkarnasi menjadi satu tabiat ditolak.<br />
5.	Surat Cyrillus kepada Nestorius dan surat Leo kepada Flavianus dibenarkan.<br />
6.	Ajaran bahwa Yesus adalah satu oknum yang mempunyai dua tabiat yang tidak tercampur dibenarkan.<br />
7.	Uskup Constantinopel diberi gelar Patriarkh dan menduduki tempat kehormatan (tempat Kedua) setelah Roma.<br />
8.	Pengakuan iman Chelcedon ditetapkan.</p>
<p>5. Konsili Sardika (343 M)</p>
<p>Konsili ini diadakan atas permintaan Kaisar Constans dan Constantinus pada tahun 343 M yang bertujuan untuk menetapkan ortodoksi Anthanasius.<br />
Sidang Konsili ini dipimpin oleh Hosius-Uskup Cordoba. Konsili ini hanya dihadiri oleh Uskup-Uskup Barat sebab Uskup-Uskup Timur meninggalkan Konsili karena mereka tidak menyetujui Anthanasius sebagai peserta resmi, karena Uskup-Uskup Timur sudah memecatnya (Anthanasius)</p>
<p>6. Konsili Florence (1438 1&#8217;1-1445 M)</p>
<p>Konsili Florence ini diadakan berturut-turut di tiga kota yaitu: Florence 1439 M, Ferara 1438 M 1439 M, Roma 1443 M &#8211; 1445 M. Maksud atau tujuan diadakan Konsili ini adalah untuk menyatukan Gereja Timur dan Gereja Barat. Gereja Timur meminta bantuan Gereja Barat dalam memerangi Turki atas kota Constantinopel.<br />
Konsili ini pada awalnya dibuka di Ferara pada tanggal 8 Januari 1438 M, atas permintaan Gereja Timur oleh Paus Eugenius IV. Dalam pertemuan ini hadir juga orang-orang terkemuka seperti Kaisar Yunani Y ohanes IV, Palaeologus dan Yusuf, Patriarkh Constantinopel. sejumlah Teolog dari Gereja Barat hadir seperti: Uskup Agung Nicea, Kardinal Cesarini, Yohanes dari Montenero, Besarion, Markus dan metropolitan Efesus.<br />
Konsili ini kemudian dipindahkan ke Florence pada tanggal 26 Januari 1439 M. Pembahasan dilanjutkan tentang apakah Allah Roh Kudus keluar dari Allah Anak (Yesus), pemakaian roti yang tidak beragi pada Ekaristi, api pencucian dan supremasi Paus. Tidak ada kesepakaatan dalam pertemuan ini.<br />
Akhirnya Gereja Timur meninggalkan pertemuan, namun Gereja Barat tetap meneruskan Konsili tersebut. Supremasi Paus atas Konsili ini ditetapkan dengan: Bula etsi non Dubitemus pada tanggal 20 April 1441 M.<br />
Kesatuan dengan Gereja Armenia ditetapkan pada tahun 1439 M dan dengan Gereja Koptik Mesir ditetapkan pada tahun 1442 M. Pada tahun 1443 M, Konsili ini dipindahkan ke kota Roma. Hanya sedikit yang kita ketahui tentang keputusan Konsili ini.<br />
Kesatuan dicapai dengan Gereja Syiria, Gereja Kaldea, Maronit di Siprus. Tidak ada berita resmi tentang penutupan Konsili ini.</p>
<p>7. Konslli Lateran (1123 M. 1139 M, 1179 M, 1215 M, 1512 M, &amp; 1517 M)</p>
<p>Terdapat lima Konsili Lateran yaitu yang diselenggarakan pada tahun 1123 M. 1139 M. 1179 M. 1215 M dan 1 5 12 M &#8211; 1517 M. Konsili &#8211; Konsili ini diadakan di Lateran, Roma.<br />
Konsili Lateran I diadakan atas permintaan Paus Calistus III untuk mensahkan konkordat wonnsdan diakhiri dengan perdebatan investitur. Konsili Lateran IV diadakan atas permintaan Paus Innocentius Ill. Konsili ini meru pC1kan Konsili terpenting dari semua Konsili yang diadakan di Lateran.<br />
Konsili ini memutuskan beberapa keputusan. Adapun keputusan-keputusan itu antara lain:<br />
1.	Mengutuk beberapa aliran seperti golongan athar.<br />
2.	Ajaran Trans-Substansi disahkan.<br />
3.	• Uskup wajib memeriksa pengajaran umatnya.</p>
<p>Konsili Lateran II diadakan atas permintaan Paus Innocen tius II (1139 M) adalah bertujuan un tuk membahas pembaharuan Gereja setelah Skisma Besar. Konsili ini menghasilkan tiga puluh kanon dan mengu tuk pengikut &#8211; pengikut Arnold dari Bresica.<br />
Konsili Lateran III diadakan atas permintaan Paus Alexander III bertujuan untuk menghapus Skisma Paus Calistus II. Konsili ini menetapkan tata cara pemilihan Paus. Hak untuk memilih Paus dibatasi pada Dewan Cardinal dan diperlukan dua pertiga suara. Konsili Lateran V dipanggil oleh Paus Julius 11 pada tahun 1512 M &#8211; 1517 M. Konsili ini bertujuan untuk membatalkan keputusan Konsili Pisa anti Paus oleh Louis dari Perancis</p>
<p>9.	Konsili Pisa (1409 M)</p>
<p>Konsili ini dipengaruhi oleh Dewan Cardinal pada tahun 1409 M yang bertujuan untuk mengakhiri skisma besar yang telah memisahkan Kekristenan Barat sejak tahun 1378 M. Sekalipun Kedua Paus sendiri-sendiri dalam mengadakan Konsili ini sebagai Konsili tandingan, akan tetapi Konsili Pisa tetap dipandang sebagai Konsili yang sah.<br />
Paus Benedictus XIII mengadakan Konsili di Perpignan, dan Paus Gregorius XII mengadakan kosnili di Cividale dekat Aquileia.<br />
, Konsili ini memutuskan bahwa Kedua Paus adalah skimastik dan oleh karena itu harns dipecat. Konsili memilih Cardinal Petrus dari Philargi sebagai Paus dan memakai gelar Alexander V.<br />
Gereja Katolik tidak mengakui Konsili ini sebagai Konsili Oikumenis karena ia (Gereja Katolik) tidak dipanggil oleh Sri Paus. Skima tidak dapat diakhiri malah diperburuk, karena ada tiga orang Paus sekaligus mengadakan Konsili ini secara terpisah atau sendiri-sendiri.</p>
<p>10.	KONSILI TERENTE/TOROTNTO (1237 M)</p>
<p>Konsili ini merupakan Konsili Oikumenis yang ke XIX (sembilan Belas) dalam Gereja Katolik Roma. Diadakan pada tanggal23 Mei 1237 M. Dalam Konsili ini menetapkan beberapa keputusan antara lain:</p>
<p>1.	Pengakuan Iman Nicea, bahwa Constantinopel diterima sebagai dasar iman Kristen/Katolik</p>
<p>2.	AlKitab (PeIjanjian Lama, PeIjanjian Baru) dan tradisi mempunyai kedudukan yang sama sebagai sumber kebenaran<br />
3.	Hanya Gereja yang &#8216;berhak&#8217; menafsirkan AlKitab<br />
(PeIjanjian Lama dan Perjanjian Baru)Vulgata disahkan sebagai Kitab resmi.<br />
4. Kitab Apokrif dua	Belas (12) buah mempunyai kedudukan yang sama dengan AlKitab.<br />
5. Tujuh sakramen ditetapkan</p>
<p>Perkembangan politik yang baru mengakibatkan ketegangan antara Paus Paulus HI dan Karel V sehingga Konsili tersendat-sendat dan ditambah dengan wabah di Tronto, Sidang Konsili akhirnya dipindahkan ke Bologna. Konsili d i tunda selama empat tahun hingga Paus Julius III memanggilnya kembali untuk bersidang di Trente atas desakan Spanyol.<br />
. Keputusan yang terpenting adalah: berkaitan dengan Ekaristi pertobatan (ampun dosa oleh Pastur) dan minyak suci. Ajaran Transubstansi ditetapkan (disahkan) sedangkan ajaran Marthin Luther, Jhon Calvin dan Swingli tentang Akaristi dikutuk. Konsili ini merupakan Konsili terpanjang dalam sejarah.<br />
Konsili Trente, memberikan dasar-dasar yang kuat terhadap Gereja Katolik Roma terhadap gerogotan gerakan reformasi. Konsili ini dibubarkan pada tanggal 4 Desember 1563 M.</p>
<p>PERTENTANGAN AJARAN / ALl RAN DOGMA GEREJA DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA</p>
<p>A. pengantar<br />
Dalam mempelajari permasalahan ini (dogma dan ajaran agama KristenjKatolik), senang atau tidak kita harus kembali lagi ke abad IV SM sampai dengan abad ke XV M, di mana kebiasaan penguasa Romawi, reaksi masyarakat, konsep tentang tuhan, status ten tang manusia, tujuan-tujuan dari agama dan kehidupan ini, untuk dapat dijadikan panduan dalam studi terse but. Hal ini bukanlah sesuatu hal yang mengada-ada melainkan sebuah kemestian yang harus dilaksanakan karena budayabudaya tersebut melatar belakangi perumusan dogma agama &#8220;Gereja Samawi&#8221;? tersebut.<br />
Mengurai permasalahan ini secara mendetail khususnya perilaku penguasa Romawi tidak begitu bermanfaat, sekalipun konsep-konsep kebajikan teologis ini berasal dari buah pikiran mereka, akan tetapi dalam kesempatan ini saya membahas beberapa istilah dalam Gereja dan memaparkan beberapa Kontradiksi dogma Gereja sejarah perkembangannya, guna untuk ketahui umat yang awam dalam permasalahan ini. Sebagian dari dogma tersebut masih dipertahankan dalam tata cara peribadatan. dapun hal-hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. ADOPSIONISME<br />
Ajaran ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diangkat menjadi Anak Allah. Yesus adalah seorang manusia yang bijaksana dan taat kepada Allah. Oleh karena itu, kepadanya dipersatukan Roh Allah.<br />
Yesus melaksanakan perintah Allah dengan sempuma, sehingga dia diangkat ketingkat Ilahi sebagai Anak Allah dan disembah sebagai Anak Tuhan. Ajaran seperti ini terdapat pertama kali dalam golongan Ebionit yang diperkembangkan oleh golongan Monarkhisme dinamis pada abad II dan III M.<br />
Pada abad VIII M, ajaran ini muncul lagi di Spanyol oleh Elipandus (Uskup Toledo) dan Felix Uskup Urge!. Sidang Sinode Roma pada tahun 799 M mengutuk ajaran ini sebagai ajaran yang sesat. Akan tetapi dewasa ini kalangan Protestan (Gereja Advent) memakai ajaran ini untuk menjelaskan Dogma Ketuhanan Yesus.<br />
Adopsionisme merupakan usaha untuk menjelaskan tentang tabiat Rahi manusia Yesus dan bagaimana nisbah di antara Kedua tabiat tersebut.</p>
<p>2. ABTBRNI PATRIS<br />
Aeterni Patris adalah nama ensiklinik yang dikeluarkan Paus Leo XIII pada tanggal4 Agustus 1879 yang mendesak Gereja untuk mempelajari filsafat terutama karya-karya Thomas Aguinas. Hal ini mengakibatkan munculnya kembali filsafat Skolastik terutama filsafat Thomisme. Filsafat ini mendapat kedudukan yang sentral dalam Gereja. Anehnya ensiklik tersebut dewasa ini berubah posisi menjadi dogma.</p>
<p>3. AMBAPTIS<br />
Anabaptis berasal dari bahasa Yunani: Ana dan Baptiso, yang berarti pembaptisan kembali. Kata ini dipergunakan kepada bermacam-macam kelompok Kristen di Eropa daratan pada abad XVI yang menolak<br />
Baptisan anak-anaknya dibaptis. Mereka menekankan Baptisan bagi orang yang percaya (dewasa).<br />
Nama ini merupakan sindiran yang ditujukan kepada Gereja Katolik Roma, karena mereka menolak Baptisan anak sebagai Baptisan yang benar. Mereka membaptiskan kembali anak yang telah dibaptis waktu kedl, apabila dia sudah menjadi dewasa.<br />
Dalam kalangan Anabaptis terdapat beberapa kelompok seperti:</p>
<p>1. Kelompok yang dipimpin oleh Thomas Munzer dan NabiNabi dari Zwickau yang muncul di Witthenberg pada tahun 1521. Kelompok ini mengajarkan ajaran tentang &#8216;Bathiniah&#8217;. Ajaran ini kemudian muncul kembali dalam golongan Quaker.</p>
<p>2. Persaudaraan Swiss.<br />
Kelompok ini dipimpin oleh: Hans Denck (1485 -1527) dan Balthasar Hubmaier (1485-1528) dan berkembang di Swiss dan Jerman selatan bagian barat. Mereka mengajarkan bahwa:Baptisan orang percaya yang adalah merupakan dasar persekutuan jemaat. BekeIja pada lembaga pemerintah ditolak oleh mereka.</p>
<p>3. Persaudaraan Hutterian.<br />
Kelompok ini dipimpin oleh Yakop Hutter.Mereka sangat menekankan akan hak milik seseorang sebagai hak milik sesama. Kelompok ini berkembang di MOIvia dan kemudian di Amerlka Serlkat.</p>
<p>4. Golongan Melkhiorit (Hoffmanit).<br />
Golongan ini dipimpin oleh Melkhior Hoffman. Mereka menekankan bahwa :Yesus akan segera kembali dan kedatangan Yesus akan segera teIjadi. Kerajaan Allah akan segera didirikan di bumi, dan Allah akanmenghukum orangyang berdosa, yang sesuai dengan kadar dosanya.</p>
<p>5. Kelompok Anabaptis yang menggungsi ke Munster. Kelompok ini berusaha mendirikan kerajaan orangorang suci dibawah pimpinanJan Bockelson. Kelompok ini mengajarkan Poligami.<br />
6. Kelompok Menomit.<br />
Kelompok ini dipimpin oleh Simons di Belanda. Mereka menolak kekerasan, sumpah dan bekeIja sebagai pegawai negeri. Para Refor-mator (Gereja-Gereja Pembaharu) menolak Anabaptis. Anabaptis dihambat oleh Gereja Katolik Roma dan dikutuk, akan tetapi pada abad ke 19, mereka memperoleh kebebasan untuk hidup dan berkembang.</p>
<p>4.	ANAMNESIS<br />
Berasal dari bahasa Yunani: Anamnesis yang berarti &#8220;peringatan atau kenangan&#8221;. Kata ini pergunakan untuk menunjukan kepada cerita tentang penderitaan Yesus, kematian dan kebangkitan kembali, yang diucapkan oleh pemimpin Liturgi dalam perayaan tersebut. Perayaan (upacara) ini dikenal pada abad ke2 SM, dalam tata cara peribadatan kaum Hellenis, jauh sebelum Yesus orang Nasaret itu lahir.</p>
<p>5. ANIMA CHRlSTI<br />
Berasal dari bahasa Latin yang artinya &#8220;Jiwa Y esus&#8221;. Doa ini biasanya dipergunakan dalam Ekaristi pribadi. Doa ini bukan berawal pada abad Keempat dan bukan ciptaan Ignatius dari Loyola ataupun Paus Y ohanes XXII seperti yang diduga banyak orang. Melainkan sebuah rangkaian dengan ANAMNESIS.</p>
<p>6.ANTILEGOMEMA<br />
Adalah istilah yang dipergunakan oleh Eusibius dari Kaisarea, sejarahwan yang menulis Injil Matius dan Markus, untuk menunjukan tulisan-tulisan yang dipersoalkan atau diragukan kebenarannya. Istilah ini kemudian dalam perkembangannya dipergunakan untuk membedakan tuliasan-tulisan yang pada umumnya ditolak sebagai Firman Allah.<br />
Tulisan-tulisan yang dipersoalkan itu pada umumnya diterima sebagai flrIIlan Allah, sekaligus sebagai Kitab Kanoniek. Kitab-Kitab yang diterima itu adalah: Yakobus, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes serta Yudas. Sedangkan tulisan-tulisan yang dipandang sebagai tulisan non Kanonik antara lain adalah: Kisah Paulus, wahyu kepada Y ohanes, surat Barnabas dan Didache.</p>
<p>7. ANTIN0MIANISME<br />
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani anti-anti, &#8220;melawan&#8221; dan monos artinya &#8220;hukum&#8221;, &#8220;peraturan&#8221;. Antinomos artinya melawan hukum. Istilah ini menunjuk kepada ajaran yang mengajarkan bahwa orang Kristen oleh kasih kumia Allah telah dibebaskan dari melakukan hukum Taurat. Seorang Kristen telah dibenarkan oleh iman dalam Yesus Kristus, sehingga mereka tidak lagt tunduk dfbawah hukum Taurat.<br />
Antinomianisme muncul pada abad Kedua dan Ketiga Masehi, yaitu dari sekte Adamit di Afrika Utara. Banyak aliran dalam Gnostik bersifat Antinomian. Mereka mengajarkan bahwa hukum Taurat diberikan oleh Demiurgos bukanlah Allah yang benar yang harns ditaati.</p>
<p>8. BINITARIANISME<br />
Aliran yang mengajarkan bahwa Trinitas hanya terdapat dua oknum yaitu Allah Bapa dan Allah Anak. Aliran ini tidak mengakui Roh Kudus sebagai oknum yang tersendiri dalam keilahian. Ajaran ini tampak dalam ajaran Tertulianus sebelum ia menjadi pengikut Montanus.lstilah ini dipergunakan oleh F. Loofs pada tahun 1898.</p>
<p>9. CORPUS CHRISTI<br />
Adalah perayaan ekaristi yang dilaksanakan pada hari Kamis sesudah Minggu Trinitas untuk memperingati pembentukan dan pemberian Ekaristi. Perayaan ini didasarkan pada penglihatan Yuliana yang diberkati pada tahun 1230 M yang mendapat pengesahan dari Paus Urbanus IV dengan Bulla Transiturus. Semenjak abad ke-14 perayaan ini menjadi perayaan pokok dalam Gereja yang dilaksanakan sekali dalam setahun. (pada hari Kamis putih).</p>
<p>10.DOSETISME<br />
Adalah aliran dalam Kristen yang mengajarkan bahwa Yesus tidak sungguh-sungguh menjadi manusia. Yesus tidak sungguh-sungguh menderita, niati dan bangkit. Yesus hanya memakai tubuh yang semu. Yang disalibkan bukanlah Yesus, melainkan Yudas lskariot ataupun Simon dari Kirene yang mengambil rupa Yesus. Dosetisme memperoleh lahan yang subur dalam Gnostik. Ajaran ini dikutuk oleh petinggi Gereja, seperti lrenaesus dan Ignatius dari Antiokia.</p>
<p>11. TRlNITAS<br />
Yang dimaksud dengan Trinitas adalah di dalam satu diri terdapat tiga oknum yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Ajaran ini diperkenalkan pertama kali diperkenalkan dalam Sidang Sinode Gereja yang pertama pada tahun 179 M di kota Sardika,akan tetapi tidak dapat di sahkan sebagai ajaran gereja,karena kedudukan dewan sinode,berada di bawah dewan konsilli,terutama Konsilli Oikumenis. Rumusan ini di sahkan dalam konsilli di kota Nicea pada tahun 325M.</p>
<p>12. IKONO KlASIK<br />
Gambar yang biasanya dituliskan pada kayu, gading ataupun pada bahan lainnya yang berupa gambar mozaik yang dipersembahkan kepada Maria dan Yesus.</p>
<p>13. MONOTELlTISME<br />
Berasal dari bahasa Yunani: Monothelatai. Kata ini dibentuk dari dua suku kata yaitu: Monos = satu dan Thelein = kehendak. Jadi berarti satu kehendak.<br />
Ajaran ini muncul pada abad Ketujuh yang mengajarkan bahwa hanya terdapat satu kehendak dalam Kristus. Munculnya istilah/ ajaran ini adalah sebuah upaya untuk mempersatukan Gereja Timur dan Gereja Barat untuk menghadapi peperangan dengan Islam atas wilayah kekaisaran Timur (Konstantinopel).<br />
Pada tahun 624 M Kaisar Herac1ius mengadakan rapat dengan para pemimpin Monofisit. Rapat ini menghasilkan suatu rumusan yang diterima oleh Kedua belah pihak. Rumusan ini menyatakan bahwa Yesus mempunyai dua tabiat namun mempunyOO cara keIja yang satu.<br />
Rumusan ini disampaikan kepada SergiusUskup Constantinopel dan Sergius menerima usulan ini. Akan tetapi Sophronius-Uskup Yerusalem menolaknya dan mengadukan Sergius kepada Paus Honorius di Roma pada tahun 634 M. Paus Honorius menulis dua surat yang menyetujui sikap Sergius, akan tetapi Paus menggantikan sebutan satu bentuk keIja dengan sebutan &#8216;satu kehendak&#8217;. Istilah yang dipakai Paus adalah: Ecthesis, yang berarti: di dalam Kristus haaya terdapat satu keheadak. Berdasarkan keputusan Konsili Constantinopel pada tahun 638 M 639 M, maka Gereja Timur menerima istilah Ecthesis ini. &#8216;<br />
Pada tahun 648 M, Kaisar Constans 11 menghapus istilah Ecthesis dan menggantinya dengan istilah Typos. Hal ini terjadi karena Paus-Paus pengganti Honorius, yOOtu Severinus, Yohanes IV dan Theodorus I mengutuk Monoteitisme. Kaisar melarang pemakaian istilah Monotelit maupun Dyotelit.<br />
Pertikaian ini berjalan terus dalam Gereja hingga diselesOOkan oleh Konsili Constantinopel pada tahun 680M.</p>
<p>14. TUEOTOKOS<br />
Berasal dari bahasa Yunani yang artinya &#8220;yang membawa Allah&#8221;. Pada tahun 429 M gelarini dikecam oleh Nestorius dan para pengikut-pengikutnya.Menurut Nestorius gelar ini merendahkan Allah karena tidak mungkin Allah dilahirkan oleh seorang perempuan. Nestorius mengajukan gelar yaitu Kristokos, karena Maria hanya melahirkan lristus dan bukan Tuhan Allah Bapa. Namun gelar Theotokos disahkan sebagai gelar yang sah dalam Konsili Efesus 431 M dan Konsili Chalcedon tahun 451 M.</p>
<p>15. DOMINUS VOBISCUM<br />
Salam Liturgi yang berarti &#8220;Tuhan beserta engkau&#8221; dan dijawab oleh umat dengan Et cum spiritu tuo, salam dan jawaban ini termuat dalam Apostolik dari Hipplytus.</p>
<p>16. DOMTISME<br />
Gereja pecahan di Mrika Utara yang dipimpin oleh Donatus Uskup Cassae Nigrae selatan Namibia.<br />
Donatus menolak kea~sahan penahbisan Uskup Caselianus untuk menjadi Uskup Chartago pada tahu, 311 M karena salah seorang Uskup penahbisnya.yang bernama &#8216;Uskup Felix&#8217;, Uskup di Aptunga, pernah murtad ketika kOOsar Dioc1etianus berkuasa, &lt;;iengan menyerahkan AlKitab untuk dibakar. Uskup-Uskup<br />
Namibia mendukung Donatus dan mereka menahbiskan Majorinus sebagai Uskup Chartago.<br />
Donatisme m,engajarkan bahwa Gereja terdiri dari orang-orang suci. Setiap sakramen adalah sah apabila dilaksanakan oleh orang yang tidak pernah murtad dalam penghambaan. Donatisme menganut sistem disiplin Gereja yang keras.</p>
<p>17. EKSORlSME	.<br />
Adalah praktek pengusiran Roh jahat dalam agama Yahudi dan kemudian diambil alih oleh Gereja. Dalam Gereja Katolik Roma, hal ini dilaksanakan pada waktu anak dibaptis, pada waktu pemberkatan air, minyak dan cawan-cawan suci.</p>
<p>18. FILLlOQUE<br />
Artinya: &#8216;Anak&#8217;. Kata ini dipakai untuk menyatan bahwa Roh Kudus ke luar dari Bapa dan Anak. Gereja menambahkan kata Fillioque (dan Anak) pada pengakuan iman Nieea yang semula tidak terdapat di dalam naskah aslinya. Penyisipan kata ini dibuat dalam Konsili Toledo pada tahun 589 M.<br />
Istilah ini menjadi sangat populer di Prancis dan dinyanyikan dalam Ekaristi. Biarawan-biarawan membawa istilah ini ke biara di Yerusalem. Fillioque merupakan pokok perselisihan yang hangat antara Gereja Timur dan Gereja Barat, sehingga pokok ini menjadi salab satu pokok pendorong perpeeaban antara Kedua Gereja tersebut.</p>
<p>19. GALLlCANISME<br />
Adalah arti yang bersifat Gerejawi dan politis di Frank. Gerakan ini menuntut pembebasan Gereja Katolik Roma di Prancis dari kekuasaan luas di Roma. Gerakan ini menolak eampur tangan Paus dalam pemerintahan duniawi termasuk pengangkatan dan pemeeatan raja.<br />
Menurut Gallieanisme, kekuasaan raja diterima langsung dari Allah dan karena itu kekuasan raja-raja di luar Yudiriski Paus. Mereka menolak keputusan Konsili Trente untuk diberlakukan di Prancis. Gallieanisme mensahkan aj aran Gerej a di Prancis dalam persidangan umum Klerus Praneis pada tahun 1682 M yang kemudian dikenal dengan nama Empat pasal Galliean.</p>
<p>20. GLORIA PATRI<br />
Berasal dari bahasa Latin yang artinya &#8220;kemuliaan bagi Bapa&#8221;. Hal ini merupakan suatu Pujian terhadap Trinitas, dan Baptisan Trinitas. Sejak abad Keempat, Gloria Patri dinyanyikan sebagai Mazmur. Golongan Patrian di Inggris dilarang mempergunakannya karena tidak didasarkan pada AlKitab. (Perjanjian Lama dan PeIjanjian Baru).</p>
<p>21. HARI NATAL<br />
Adalah hari perayaan kelahiran Yesus. Pada abad Kedua di mana dimaklumkan sebagai tahun Gereja. Gereja memutuskan peraturan se gala perayaan Hari Raya Gereja. Perayaan Hari Natal dimulai pada abad N SM oleh Gereja, Timur. Perayaan di Gereja Timur ini dinamakan &#8216;Epiphanias&#8217; yang dilaksanakan setiap tanggal 6 Januari, sebagai hari peringatan akan Babtisan Yesus. Sementara penetapan perayaan ini setiap tanggal25 Desember, adalah sebagai hari pesta Raja (Kaisar). (Dewa Matahari yang tidak terkalahkan). Gereja Timur menghubungkan perayaan Natal dengan perayaan Epipfani dan Baptisan Yesus pada tanggal 6 Januari, tetapi kemudian mereka juga me1aksanakan (merayakan) Natal pada tanggal 25 Desember. Gereja Armenia dan Gereja Yerusalem hingga saat ini tetap merayakan Natal tanggal 6 Januari.</p>
<p>22.HEXAPLA<br />
Adalah edisi Perjanjian Lama yang dibuat oleh Origenes yang terdiri dari 6 kolom paralel namun pada bagian-bagian tertentu ditambah tiga kolom sehingga menjadi 9 kolom. Karya Orgenes ini sangat bermanfaat bagi studi teks AlKitab.</p>
<p>23. HOUSION<br />
Adalah kelompok yang mempertahankan keputusan Konsili Nicea. Istilah Homousios dipergunakan untuk menjelaskan bagaimana nisbah antara Allah Putra dengan Allah Bapa oleh Konsili Nicea. Mereka mengajarkan bahwa Hakikat Allah Putra adalah sama (sehakikat) dengan Allah Bapa. Penganjurnya adalah Eusibius dari Kaisarea.</p>
<p>24.HIPSISTARIAN<br />
Adalah sekte yang lahir di Kapadokia pada Abad Keempat. Gregorius dari Nissa mengatakan bahwa sekte ini menolak menyembah Tuhan Allah sebagai Bapa, Tuhan Allah hanya di sembah sebagai Raja Yang Maha Tinggi. Ajaran ini merupakan perpaduan unsur kepercayaan agama-agama Timur dengan agama Yahudi.</p>
<p>25. IN HOC SIGNO VlNCES<br />
Berasal dari kata Latin yang artinya, &#8220;dengan tanda ini (tanda Salib)? engkau akan menang&#8221;. Menurut kepercayaan Gereja, kata ini dilihat oleh Constantinus yang tertulis pada Salib, pada tahun 312 M, pada waktu ia hendak memerangi Licinus. Dengan tanda ini engkau akan menang, ia memerangi Licinus. Tanda Salib ini juga dipergunakan untuk memerangi Umat Islam dalam perang Salib.</p>
<p>26. INFALLlBILlTAS<br />
Adalah sebagai berikut: Apabila Paus berbicara tentang iman dan moral dalam kapasitasnya sebagai kepala Gereja, maka ia tidak dapat salab karena perlindungan I1abi. Pada Konsili Vatikan I pada tahun 1870 M, Gereja Katolik Roma menyatakan bahwa P&#8217;aus tidak bersalab apabila ia menetapkan suatu ajaran ten tang iman atau moral sebagian dari deposit Wahyu Ilabi yang diturunkan dari tradisi Rasul dan oleh karena itu harus dipercayai oleh seluruh Gereja.</p>
<p>27.INFRAPSARlANISI&#8217;IE<br />
Adalah aliran dalam teologi Calvanisme pada abad ke-16 di Belanda. Aliran ini berupaya untuk memperlembut Predestinasi bagi manusia yang ditolak oleh Allah. .</p>
<p>28.KAMIS PUTI<br />
Adalah nama yang dikenakan sebelum hari Jumat Agung. Perayaan ini mulai dilakukan pada Abad Keempat, seperti yang disaksikan oleh Konsili Hippo pada tahun 393 M.</p>
<p>29. KENAlKAN MARIA KE SORGA<br />
Adalah Dogma yang ditetapkan oleh Paus Pius XII melalui ensiklik Munificenissimus Deus pada tanggal 1 November 1950. Ajaran ini mengajarkan bahwa setelah Maria menyelesaikan tugas di dunia ini maka tubuh dan jiwanya akan ke sorga kemuliaan sorgawi.<br />
Kepercayaan ini bersumber dad Kitab Apokrif Gnostik pada akhir Abad Keempat yaitu Kitab Maria berlalu. Kitab ini masih dalam bahasa Yunani, Latin dan Arab. Penulisannya tidak diketahui dengan jelas.<br />
Pesta kematian Maria dirayakan di Palestina pada Abad Keempat setiap tanggal 15 Agustus.</p>
<p>30. KLERIKALISME<br />
Adalah istilah yang dipergunakan sebagai bahan ejekan terhadap tingkah laku sebagian Klerus yang tidak baik (memperkosa, memeras) istilah ini juga dipergunakan untuk menunjukan ketidakpantasan kaum Klerus mengurus dalam urusan duniawi</p>
<p>31. KOLEKTA<br />
Adalah bentuk doa pendek untuk melukiskan kemulian Tuhan. Kolekta merupakan cid yang utama dalam Gereja Barat. Ooa ini populer pada abad Kelima, yang pada mulanya ditujukan hanya kepada Tuhan Allah Bapa, namun sejak abad pcrtengahan kolekta ini ditujukan kepada Yesus (Allah Putra).</p>
<p>32. KONSBNSUS GEVENBNSIS<br />
Adalah hasil perumusan kembali oleh Calvin mengenai ajaran Predestinasinya dalam melawan J. Bolsek, Bolsek menyerang ajaran Predestinasi Calvin. Perumusan baru ini disetujui oleh pendeta-pendeta di Jenewa, dan Jhon Calvin mempersembahkan kepada dewan kota 18 Oesember 1551M.Konsensus ini juga dikenal dengan nama &#8220;de aeterna Dei Praedestinatio&#8221;,</p>
<p>33. KONSENSUS TIGURINUS<br />
Adalah pengakuan iman yang disetujui oleh Calvin clan Farel yang mewakili Protestan Prancis di Swis dengan Bullinger yang mewakili Protestan Jerman, Konsensus ini terdiri dari 26 pasal. Intinya adalah ajaran ekaristi yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip Calvinis.</p>
<p>34. KONSEKRASI<br />
Adalah tindakan atau ketetapan yang membuat seseorang atau sesuatu dikhususkan untuk pelayanan (pekerjaan Ilahi). Dalam Gereja istilah ini dipergunakan untuk beberapa arti:</p>
<p>a. Upacara dalam ekaristi, yaitu akta yang meIilbah roti  dan anggur ekaristi menjadi tubuh dan darah Yesus.<br />
b. Dikenakan pada diri Uskup, karena ditugaskan untuk pelayanan Gereja.<br />
c. Dikenakan pada altar, Gereja dan alat-alat ekaristi.</p>
<p>35. IATRIA<br />
Adalah penghormatan atau pemujaan yang hanya patut diberikan kepada Tuhan Allah. Lawannya adalah Doulies. Sebutan Latria muncul dalam pertikaian ikonoklasik-patung dan gambar, hanya boleh mendapat penghormatan dan bukan pemujaan.</p>
<p>36. LOGOS<br />
Logos adalah istilah yang dipergunakan dalam teologi Kristen untuk menunjuk oknum Kedua dalam Trinitas yaitu Yesus. Istilah ini dipinjam oleh Gereja dari filsafat Yunani. Origines mengajarkan bahwa Allah Bapa terus-menerus melahirkan logos dan karena itu logos sama kekalnya dengan Allah Bapa.<br />
Logos tidak mempunyai awal dan akhir, ia adalah alpha dan omega. Thephilus membedakan antara logos endiathetos dengan logos prophikos. Logos endiathetos adalah logos yang berdiam di dalam Bapa, sedangkan logos prophorikos adalah logos yang berinkarnasi guna tujuan penciptaan. Istilah logos sesudah Konsili Niceajarang dipergunakan, dan diganti dengan Allah Putra.</p>
<p>37. MARONIT<br />
Adalah golongan Kristen yang muncul pada abad Ketujuh, sebagai perpecahan dari golongan Monothelit di Syria. Mereka dikutuk oleh Konsili Constantinopel 11 pada tahun 680 M, karena menganut ajaran monothelit menurut kepercayaan golongan Maronit.<br />
Pada tahun 1182 M mereka menyatukan diri dengan Gereja Katolik Roma, dan hingga sekarang hubungan ini tetap dipertahankan. Paus GregoriusXIII, mendirikan Kolese Maronit Roma. Mereka mempunyai liturgi tersendiri dan memakai bahasa Syria, pimpinan Gerejanya memakai gelar Patriakh.</p>
<p>38. MESSALIA<br />
Yang artinya adalah &#8220;umat berdoa&#8221;. Messalia merupakan golongan esketis yang pertama kalinya muncul di Mesopotamia pada pertengahan abad Keempat, kemudian menyebar ke Syria, Asia Kedl, dan Mesir. Golongan ini mengajarkan bahwa akibat dosa Adam, maka setiap orang mempunyai subtansi iblis yang bersatu dengan jiwanya, iblis ini hanya dapat diusir selain dengan Baptisanjuga melalui konsentrasi dan doa yang tidak berkesudahan.</p>
<p>39. METEMPSIKOSIS<br />
Adalah aliran yang mengajarkan bahwa jiwa berpindah-pindah dari satu tubuh ke tubuh yang lainnya hingga ia mencapai kesempumaan. Aliran ini tersebar luas di India, danjuga terdapat dalam kalangan agama Yahudi Kabala. Ajaran Origenes tentang pra eksistansijiwa yang mendekati ajaran Metempsikosis.<br />
Ajaran ini diserang Agustinus dan dikutuk dalam Konsili Lyons pada tahun 1274 M, dan dalam Konsili Florence pada tahun 1439 M, Konsili menyatakan bahwa setelah seseorang meninggal dunia, jiwanya langsung masuk ke sorga atau api pencuci dosa tergantung dari kadar dosa yang bersangkutan.</p>
<p>40. METHODISME	.<br />
Adalah aliran kekristenan yang muncul di Inggris pada abad ke-18. Pemimpinnya adalah dua orang bersaudara yang bernama Jhon Wesley dan Charles Wesley. Methodisme pada awalnya merupakan nama ejekan terhadap. sebuah wadah: perkumpulan keagamaan di Oxford yang dikenal juga dengan nama<br />
perhimpunan Kudus.</p>
<p>41. MILLERlANISME<br />
Paham ini adalah suatu kepercayaan akan kerajaan seribu tahun yang penuh Berkah. Pengikut kepercayaan ini terbagi atas dua golongan, golongan Pre-Millenarianisme mengajarkan bahwa kerajaaan seribu tahun akan teIjadi setelah kedatangan Yesus yang Kedua kalinya sedangkan Post-millenarianisme mengajarkan bahwa kerajaan seribu tahun akan mendahului kedatangan Yesus yang Kedua. Dalam Gereja Lama&#8221; ide Millenarianisme ditemukan dalam golongan Gnostik, Motanisme. Pada zaman reformasi, ide ini ditemukan dalam golongan anabaptis.</p>
<p>42. MONTANISME<br />
Adalah gerakan Apokaliptik yang muncul di Phrygia, Asia Kedl pada pertengahan abad Kedua. Nama ini diberikan berdasarkan nama pemimpin utamanya yang bemama Montanus. Montanus mulai bernubuat pada tahun 172 M dengan menyatakan bahwa Yerusalem baru akan didirikan di dekat Pepuza di Asia keci!<br />
Dua orang wanita pengikutnya ikut turut bernubuat yaitu Prisca dan Maximilia. Mereka berkata bahwa hasil pembicaraan mereka adalah hasil dari Kuasa Roh Kudus, dan Roh Kudusnya &#8216;adalah mereka itu sendiri. Poliandri tidak diperbolehkan.<br />
Gerakan Monatisme ini dikutuk oleh Paus Zephyrinus dalam Sinode di Antiokia sebe1um tahun 200 M. Akan tetapi ajaran-ajaran &#8216;Moral&#8217;dari aliran ini diterima sebagai aj aran Kristen yang di kukuhkan dalam Sidang Konsili Nicea.</p>
<p>43. NE TEMERE<br />
Adalah kepitusan dewan Konggregasi Kudus pada tanggal 2 Agustus tahun 1907 dan mulai berlaku 19 April 1908 setelah diumumkan Paus Pius X. Keputusan ini memperbaharui peraturan tentang pernikahan dalam Gereja Katolik Roma. Perkawinan dinyatakan sah ap&#8217;abilaUskup atau Pastur yang berwenang. Keputusan ini dinyatakan sebagai akibat akibat dari kecendrungan umat menikah dicatatan sipil.</p>
<p>44. NIHILLlANISME<br />
Adalah aj aran yang mengatakan bahwa Kristus dalam tabiat manusia adalah tidak ada. la digantijdiisi dengan ke-Allahan-Nya semata-mata. Banyak teolog abad ke-12 mempertahankan ajaran ini antara lain; Petrus dari Poiteirs yang menyatakan bahwa ia mengambil alih ajaran ini dari Petrus Lombardus. Ajaran ini dikutuk oleh Paus Alexander III pada tahun 1170 M dan 1177 M.</p>
<p>45. NOVATIANISME<br />
Adalah paham yang dianut suatu golongan pada abad Ketiga yang memisahkan diri dari Gereja Barat yang dip imp m oleh Uskup Novatianus. Golongan ini mengambil sikap yang sangat keras dalam disiplin Gereja. Golongan ini berkembang hingga abad Kelima.</p>
<p>46. NUNC DIMITIS<br />
Adalah nama yang dikenakan untuk Simon. Nama ini diambil dari kata Vulgata. Sejak abad ke IV Nunc Dimitis merupakan bagian doa sehari-hari yang memakainya disebut dalam Konstitusi Apostolik.</p>
<p>47. OFFERTORI<br />
Adalah upacara pemberian-pemberian yang berupa roti dan anggur oleh umat untuk dikonsekrasikan oleh pemimpin ekaristi di altar. Offertori juga dapat dinyanyikan sementara persembahan roti dan anggur dibawa menuju altar.</p>
<p>48. ORIGENISME<br />
Adalah ajaran-ajaran yang didasarkan pada ajaran Origenes. Aliran ini mengajarkan bahwa: Allah menciptakan semua Roh dan bersama dengan Allah sejak kekal. Putra Allah itu dilahirkan Allah terus menerus. Karena Putra Allah itu adalah kekal dan sehakikat dengan Allah Bapa yang melahirkan-Nya.<br />
Istilah teknis yang dipakainya adalah &#8220;tidak pernah ada waktu Putra Allah itu tidak ada&#8221;. Bentuk tafsiran yang suka dipakai adalah Allegori. Ajaran Origenes dikembangkan oleh murid-muridnya pada abad Ketiga dan Keempat. Pada akhir abad Keempat dan awal abad Kelima ajaran ini diserang oleh Epiphanius, Hieronymus dan Theophilus dari Alexandria. Pada abad Keenam aliran ini di serang oleh Kaisar Yustinianus dan mengutuk Origenisme sebagai ajaran yang sesat oleh Konsili Constantinopel II pada tahun 553 M.<br />
Sebagai catatan tambahan: banyak sekali karya Agung Origenes terhadap Gereja. Salah satunya adalah pengumpulan dan penulisan kembali Kitab PeIjanjian Lama dan PeIjanjian Baru yang dikenal dan dipakai dewasa ini.</p>
<p>49. PALLIUM<br />
Adalah ikat pinggang bulat yang terbuat dari wool dengan dua tali gantungan dan enam buah Salib berwarna ungu tua yang dikenakan pada bahu Paus dan atau diberikan kepada Uskup Agung dalam Gereja. Asal usul Pallium ini tidaklahjelas. Tampaknya, pada awalnya Pallium dipakai Uskup Agung yang tidak mempunyai hubungan dengan Roma. Dalam perkembangannya &#8216;Pallium ini dipakai oleh Paus. Dan pada waktu-waktu tertentu Pallium ini dikirim kepada orang-orang tertentu sebagai tanda penghormatan. Semenjak abad kesembilan semua metropolitan harns memakai dan menerima Pallium dari Paus.</p>
<p>50. PENGAKUAN IMAN  ATHANASIUM<br />
Adalah salah satu pengakuan Iman Oikumenis menurut tradisi, pengakuan iman ini disusun oleh Athanasius, Uskup Alexandria pada abad Keempat.<br />
Hal ini dibantah oleh Grhard Voss pada tahun 1642. Grhard Voss menyatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu kekeliruan karena Athanasius berbahasa dan menu lis dalam bahasa Yunani.<br />
Sedangkan pada sisi yang lain, hal tersebut tidak menunjukan/memperlihatkan teologi Athanasius yang dengan gigih mempertahankan istilah Homoosious.<br />
Istilah Homoousios hilang dalam pernyataan ini dan istilah yang dipakai dalam pengakuan ini adalah; Fillique, salah satu istilah yang sangat populer di Gereja Barat.<br />
Pengakuan lman Athanasianum ini berdasarkan keputusan Sinode Autun pada tahun 670 M, di mana Sinode menyatakan &#8220;Iman dari Athanasious&#8221;. Ada banyak dugaan tentang pengarang ini. Ada yang mengatakan pengarangnya adalah Ambrosius. Ada pula yang mengatakan Kaesarius dari ArIes. Akan tetapi Gereja tetap pada keputusannya, bahwa hal tersebut (pengakuan iman ini) disusun oleh Athanasianus. Hal ini menjadi pokok perdebatan teologis sampai dengan sekarang ini.<br />
51. PNEUMATOMACUI<br />
Adalah aliran yang berkembang pada abad Keempat. Aliran ini menolak ke-Allah-an Roh Kudus yang dipimpin oleh Eusthatius dari Sebaste. Aliran ini musnah ketika Kaisar Theodosius menindas aliranaliran selain Gereja Negara di wilayah kekaisarannya.</p>
<p>52. PRISKlLLIANISl&#8217;IE<br />
Adalah aliran yang muncul pada abad Keempat dan Kelima yang asal usulnya tidak jelas. Menurut Sulpius Severus, Priskillian adalah seorang awam yang menganut sejenis Gnostitisme yang diperkenalkan di Spanyol oleh seorang Mesir yang bernama Markus.<br />
Priskillian mendapat pengikut yang cukup banyak. Di antaranya adalah dua orang Uskup yang bernama Istantius dan Salvianus. Ajaran ini dikutuk Gereja pada tahun 380 M, dalam Sinode Saragoza.<br />
Sinode ini melarang pertemuan campuran (lakilaki dan perempuan) untuk menyelidiki AlKitab, dan tindakan tidak menghadiri Gereja pada masa puasa.<br />
Walaupun dikutuk, Priski1lian tetap menjadi Uskup Avila.</p>
<p>53. PRESBITER<br />
Adalah suatu jabatan dikalangan Kristen yang pertama, yang di ambilnya dari Sinagoge Yahudi. Pada abad Kedua, gelar ini biasa dipergunakan untuk Ketua Dewan Presbiter dan Uskup mendapat penghormatan, mempunyai hak prerogatif dari Presbiter. Dewan Presbiter memiliki kuasa administratif maupun pengajaran serta fungsi keimanan.</p>
<p>54. QUIETISME<br />
Adalah suatu ajaran yang menyatakan bahwa kesempurnaan didapat dengan jalan berdiam diri sama sekali, book pikiran maupun kehendak dan berserah kepada Allah dengan iman yang sejati. Orang yang mengikuti Quietisme tidak memerlukan ibadah dan sakramen.<br />
Tokoh-tokoh Quietisme adalah: Miguel de Molinos yang dikutuk oleh Gereja pada tahun 1687 M dan Pietro Petrueei yang dikutuk pada tahun 1688 M.</p>
<p>55. RABU ABU<br />
Adalah hari pertama puasa. Hingga abad Ketujuh puasa dimulai pada Quadragesima. Empat hari ditambahkan, sehinggajumlah puasa meneapai empat puluh hari. Hari Rabu merupakan hari penyesalan yang tetap di pertahankan hingga sekarang ini. Penyesalan itu ditandai dengan menggosokkan abu (abu yang di maksud adalah abu dari Daun Palma yang di bakar) pada dahi para Klerus dan awam oleh Imam.</p>
<p>56. RESPONSORIS<br />
Adalah suatu liturgi (tata eara peribadatan) yang diucapkan seeara bersahutan, antara pemimpin ibadah dengan umat. Kalimat-kalimat itu disusun dalam bentuk yang pendek. Penyusunan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dinyayikan oleh umat. Praktek ini diambil dari kebiasaan dalam sinagoge Yahudi.</p>
<p>57. SABBATHARIANISME<br />
Adalah suatu aliran atau pandangan yang sangat menekankan hari Sabath. Aliran ini muncul di Inggris dan Scotlandia pada abad 17 dan menyebabkan pertikOOan dengan pemerintah. Sabbathtarianisme dipengaruhi oleh buku karangan Nicholas Bound, dalam bukunya yang berjudul &#8220;ajaran tentang Sabbathh ditekankan agar hari Sabbathh dirayakan separti hari Sabbath dalam Perjanjian Lama&#8221;. Akan tetapi segala prilaku jemaatnya tidaklah lebih dari hewan. David Koresh dan jemaat jemaatnya menjadi salah satu contoh mulia dalam kasus ini.</p>
<p>58. SALVE REGINA<br />
Adalah suatu Antifonis yang diucapkan dalam Gereja Barat untuk memuji Maria. Antifonis ini berasal dari abad KeseBelas (XI) Masehi. Pengarangnya tidak diketahui dengan persis. Pada permulaan abad Kedua Belas, Salve Regina dipakai oleh Serikat Sistersian sebagai antifonis terhadap Paus Benediktus maupun kepada Magnificat, pada empat pesta besar untuk Maria. Semenjak abad Ketiga Belas, Salve Regina diucapkan setiap hari.</p>
<p>59. SUBI.APSARlANISME<br />
Adalah aliran atau ajaran yang didasarkan pada ajaran Calvin ten tang predestinasi. Dikatakan bahwa penetapan Allah terhadap siapa yang dipilih dan siapa yang ditolak terjadi setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa.</p>
<p>60. TRADITIO SYMBOLl<br />
Adalah pengajaran yang diberikan kepada katakumen yang berisi penjelasan ten tang pengakuan iman yang dipimpin oleh Uskup. Pada tahun&#8217; 1972, Gereja Katolik Roma,- memberlakukan kepada Baptisan dewasa. Acara dan tata laksan~ ini diambil dari agama Yahudi, tentang Baptisan.<br />
61. TRIHEISME<br />
Adalah ajaran yang menolak kesatuan substansi d~laIn Trinitas. AJaran ini berasal dari Philophonus. Ia mengajarkan bahwa dalam Trinitas terdapat tiga substansi. Pada abad pertengahan Roskellinus,dan Gilbert de Laporree. Dituduh sebagai orang yang mengajarkan Triheisme. Ajaran ini dikutuk dalam Sidang Konsili Soissons pada tahun 1092 M.</p>
<p>62. UNITAR&#8217;ANISME<br />
Adalah suatu ajaran yang sangat menekankan ketunggalan Allah. Ajaran ini menolak Trinitas. Dalam pengajaran dan ibadah tidak ada doa yang di naikkan kepada Yesus dan keilahian Allah Roh Kudus ditolak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veritasislamiyah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veritasislamiyah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veritasislamiyah.wordpress.com&amp;blog=692309&amp;post=3&amp;subd=veritasislamiyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veritasislamiyah.wordpress.com/2007/01/17/seri-kristoligye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d882bf36ac15ef0450fe6ba1ecf4fa6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veritasislamiyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
